Probolinggo (Kabarpas.com) – Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari beserta suaminya, Hasan Aminuddin mengantarkan anaknya, Daffa Taaj Mulkil Akbar yang sekolah di SDN Sukabumi 2, Kota Probolinggo, Selasa (19/07/2016) pagi.
Pantauan Kabarpas.com di lokasi, saat tiba di SDN yang merupakan salah satu sekolah favorit di wilayah setempat itu, Tantri dan Hasan bersalaman dengan kepala sekolah, dewan guru dan wali murid lain yang juga mengantarkan anak. Bahkan, dalam kesempatan itu Hasan yang pernah jadi bupati dua periode, juga diminta mewakili wali murid, menyerahkan anak ke sekolah.
“Mengantarkan anak sekolah ini merupakan budaya masyarakat Indonesia. Dulu, saya juga diantarkan oleh ayah,” kata Hasan dihadapan wali murid dan para guru di SDN tersebut.
Dalam kesempatan itu, anggota komisi VIII dari Fraksi Nasdem tersebut, juga mengingatkan kepada wali murid untuk tidak mudah melapor kepada aparat penegak hukum bila ada guru yang memberi pembelajaran dan menindak anaknya. Baik dengan cara dicubit, dijemur atau dipukul.
Tak hanya itu, beberapa kali, Hasan juga meminta persetujuan kepada ratusan wali murid. Untuk tidak mudah melaporkan apabila ada guru yang salah tindakan kepada polisi.
“Kalau terjadi, silakan introspeksi diri. Ambil anaknya dan ajari sendiri, serta pesan ijazah sendiri,” kata Hasan di hadapan wali murid lainnya.
Ia lantas menyebut seorang wali santri yang nekat melaporkan kiai pesantren di Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan. Setelah melalui proses mediasi, laporan itu akhirnya dicabut.
Sementara itu, Kepala SDN Sukabumi 2 Agus Lithanta mengatakan, kalau siswa kelas 1 memang baru masuk pada hari ini. Pasalnya, sehari sebelumnya yaitu Senin (18/07/2016) kemarin sengaja dimanfaatkan untuk halal bihalal. “Karena siswanya banyak, 800-an anak,” pungkasnya. (sam/gus).

















