Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 22 Jul 2017

Hidupkan Kembali Permainan Tradisional, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Memengan


Hidupkan Kembali Permainan Tradisional, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Memengan Perbesar

Reporter : Habib Mustofa

Editor : Memey Mega

___________________________________

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Banyuwangi Festival 2017 menghadirkan banyak keceriaan lewat ragam festival anak. Salah satunya yang berlangsung pada hari ini, Sabtu (22/07/2017), Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini menggelar Festival Memengan (mainan) Tradisional.

Di festival ini ribuan anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP memainkan aneka permainan jadul yang sudah jarang mereka mainkan sehari-hari.

Tak ayal, jalan protokol yang berada di tengah Kota Banyuwangi berubah menjadi arena bermain yang asyik bagi ribuan anak-anak daerah. Mereka berparade sambil bermain aneka mainan lawas seperti, egrang bambu, gasingan, bedhil-bedhilan, gobag sodor, engklek, dakon, bintang aliyan, medi-median, balap karung, klompen panjang, tarik tambang hingga dagongan.

Salah satu peserta festival, Faiqoh Milaila, siswa SDN 2 Blambangan Muncar mengaku sangat senang bisa ikut bermain permainan tradisional. Dia bermain klompen yang terbuat dari kayu  kelapa bersama teman-temannya.

“Ternyata sangat menyenangkan bermain permainan ini. Selama ini belum pernah main sebelumnya,” kata Faiqoh kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi.

Tak hanya bermain permainan tradisional, anak-anak tersebut juga menampilkan bakat seni dan budaya. Seperti melakukan tarian barong cilik dan jaranan buto.

Sebagian anak juga bermain alat musik yang tidak biasa, mereka membentuk formasi drum band yang alat musiknya terbuat dari bahan-bahan yang ada di lingkungan rumah. Seperti terompet yang terbuat dari janur kelapa dan seruling dari pipa paralon, ditambah iringan rebana, menghasilkan irama musik yang unik. Sangat kreatif.

Suasana makin meriah saat suara peluru kertas dari senapan bambu dan pelepah pisang berdesingan di udara. Dor!Dor! Terasa bagaikan ada di medan perang. Tak mau kalah Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga ikut bermain tembak-tembakan bersama mereka. Anas juga ikut bermain hulahop, egrang, berjalan di atas batok kelapa dan mobil-mobilan dari bambu.

Kepada Kabarpas.com Bupati Anas mengatakan, mungkin sebagian anak-anak tidak mengenal permainan-permainan tradisional seperti ini. Padahal permainan tradisional memiliki banyak filosofi. Dengan digelarnya festival memengan ini, sekaligus sebagai upaya untuk memperkenalkan pada anak-anak.

Orang tua, lanjut Bupati Anas, bisa bernostalgia dengan permainan-permainan yang pernah mereka mainkan semasa anak-anak.

“Orang tua bisa nostalgia pada permainan yang populer di masa mereka dulu. Upaya ini sekaligus memperkenalkan pada anak-anaknya dan kami harap bisa membiasakan pada anak-anak mereka,” kata Bupati Anas.

Bupati Anas juga menambahkan permainan tradisional memiliki banyak unsur gotong royong. Sehingga menumbuhkan kebersamaan dan kepedulian pada anak-anak. Saat ini, menurutnya anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain gadget, sehingga lebih banyak asyik sendiri.

“Ini juga sebagai bentuk pendidikan karakter yang bagi anak, yang mengajak mereka belajar kebiasaan baik yang sesuai perkembangan usia anak. Lewat permainan tradisional, mereka akan banyak belajar mengasah kreativitas dan dilakukan secara berkelompok. Ini akan melatih mereka untuk menumbuhkan kebersamaan dalam kehidupannya, berbeda dengan permainan modern yang individualistis,” ujar Bupati Anas.

Selain itu Bupati Anas menambahkan pihaknya juga ingin mengajak anak-anak memainkan mainan tradisional agar mereka cinta pada kesenian daerahnya.

Sementara itu, festival anak masih akan berlanjut pada malam hari nanti. Banyuwangi Festival menyuguhkan Konser Lalare Orkestra yang berlangsung di Gesibu Taman Blambangan. Sebanyak 130 musikus cilik akan menampilkan perpaduan musik tradisional dan moderen sembari menampilkan seni teater.

Kelompok musik Lalare Orchestra ini pernah meraih penghargaan tingkat dunia dari Pasific Asia Travel Association (PATA) kategori heritage and culture pada tahun 2016 lalu. (bib/mey).

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA