Reporter : Hari Purnomo
Editor : Memey Mega
__________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Satreskrim Polres Banyuwangi bersama rombongan Ibu Wakil Gubernur Jawa Timur merilis benur lobster di Bunder, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Sabtu (29/07/2017).
Satreskrim Polres Banyuwangi yang dipimpin oleh Kasatreskrim AKP Sodik Efendi bersama perwakilan Balai Karantina Ikan Kelas 1 Surabaya serta Ibu Wagub Jatim, Fatma Saifullah Yusuf dan Ibu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestian Sani melepas liarkan baby lobster (Benur) di wisata pantai Rumah Apung, Bangsring Underwater (Bunder), Desa Bangsring, Pagikemarin .
Benur yang dirilis sejumlah 12.000 ekor dilepaskan di zona konservasi perlindungan milik Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Banyuwangi yang ada di Bunder.
“Kami bersama rombongan Ibu Fatma Saifullah Yusuf dan istri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestian ikut melepas benih lobster agar bisa berkembang dan tumbuh pada habitatnya,” ungkapnya kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi.
Kegiatan tersebut dilakukan berdasarkan hasil ungkap kasus yang dilakukan Satreskrim Polres Banyuwangi Pada hari Jumat (28/07/2017) lalu. Benur yang dilepas liarkan tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena langsung dilakukan oleh ibu Fatma beserta rombongan yang datang langsung dari Surabaya.
“Ini merupakan kegiatan yang jarang sekali ditemui. Saya merasa beruntung bisa bersama-sama anggota Streskrim Polres Banyuwangi yang di berikan kesempatan untuk merilis benur di Banyuwangi,” ucap Fatma Saifullah Yusuf.
Selain melepas liarkan benur lobster Ibu Wagub juga memuji keindahan alam yang ada diwisata pantai Bunder. Fatma Saifullah Yusuf mengatakan bahwa keindahan pantai yang ada di selat Bali tersebut merupakan destinasi wisata yang harus dilestarikan.
“Pemandangannya sangat indah serta bisa melihat ikan hias dipenangkaran yang terdapat dirumah apung ini,” ujar Fatma.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Banyuwangi, Sodik Efendi menerangkan bahwa selain bisa merilis benur hasil barang bukti dari hasil penangkapan pelaku penyelundupan.
Kegiatan yang dilakukan tersebut dapat memberi penyuluhan terhadap nelayan sekitar agar tidak menangkap benur lobster.
“Kami berharap tidak adalagi kegiatan penangkapan benur lobster yang dilakukan oleh nelayan. Kami akan terus melakukan giat operasi bagi pelaku yang melakukan penangkapan benur lobster,” tutup Sodik. (har/mey).

















