Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 11 Sep 2026

Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kranjingan Didatangi Tim Home Care Jember


Ibu Hamil Risiko Tinggi di Kranjingan Didatangi Tim Home Care Jember Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Layanan Home Care Pemkab Jember kembali menyambangi warga yang membutuhkan perhatian kesehatan. Kali ini, sasaran layanan bukan hanya lansia dengan penyakit kronis, tetapi ibu hamil berisiko tinggi.

Dua warga di Lingkungan Langsepan dan Sumber Salak, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, mendapat kunjungan tenaga medis Puskesmas Gladak Pakem bersama jajaran kecamatan, kelurahan, dan OPD Pemkab Jember, Jumat (11/9/2026).

Salah satu penerima layanan merupakan ibu hamil dengan usia kandungan 32 minggu yang memiliki riwayat hipertiroid. Kondisi tersebut membutuhkan pemantauan rutin karena dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan ibu maupun janin.

Lurah Kranjingan Ica Ghea Hernawati mengatakan, Home Care menjadi layanan yang dinilai membantu warga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

“Hari ini kami dari kelurahan mendampingi kegiatan Home Care, bersama dengan Kepala Puskesmas Gladak Pakem, dari Dinas Perpustakaan dan juga Kabag Prokopim, melakukan Home Care kepada ibu hamil yang memiliki Resti. Layanan Home Care ini untuk memastikan ibu hamil tersebut mendapat layanan kesehatan yang semestinya,” kata Ica.

Menurut dia, layanan kesehatan dengan mendatangi rumah membuat kondisi warga lebih mudah dipantau secara langsung. Pemerintah juga dapat mengetahui kebutuhan pasien tanpa menunggu mereka datang ke fasilitas kesehatan.

Kepala Puskesmas Gladak Pakem, dr. Tunsiyah, mengatakan ibu hamil dengan riwayat hipertiroid membutuhkan pengawasan secara berkala.

“Ibu hamil yang kami kunjungi hari ini memiliki usia kehamilan 32 minggu, di mana yang bersangkutan memiliki riwayat hipertiroid. Ini sangat berisiko bagi kelahirannya. Anak yang dilahirkan bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan jika tidak ditangani sejak awal,” ujarnya.

Tunsiyah bersyukur kondisi ibu hamil tersebut masih dapat dipantau dengan baik. Pasien tercatat rutin melakukan pemeriksaan kehamilan setiap bulan sehingga berbagai kemungkinan saat persalinan dapat diantisipasi lebih dini.

Bagi warga sekitar, kehadiran Home Care juga memberi rasa aman. Miskiyah, warga Lingkungan Langsepan mengatakan tetangganya yang tengah mengandung anak pertama memang memiliki riwayat gangguan kesehatan yang semakin sering kambuh selama kehamilan.

“Tetangga saya ini sudah hamil delapan bulan dan ini merupakan kehamilan pertamanya. Memang yang bersangkutan sejak kecil mengalami sakit pada syarafnya, cuma dulu tidak parah. Tapi sejak hamil ini sangat parah dan sering kambuh,” ungkap Miskiyah.

Ia berharap pemantauan melalui Home Care dapat membantu ibu dan bayi hingga proses persalinan.

“Alhamdulillah dengan adanya Home Care, bisa mendapatkan perawatan yang bagus. Semoga kelahirannya nanti bisa lancar, ibu dan bayinya diberi kesehatan dan keselamatan,” pungkasnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Melalui SLRT, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

12 September 2026 - 17:52

Modul Kepemimpinan Disiapkan untuk Perkuat Pembelajaran Kelas Rangkap

12 September 2026 - 14:50

MPM Safety Riding Center Siapkan Generasi Muda Jadi Agen Keselamatan Berkendara

12 September 2026 - 14:33

PWI Pasuruan Raya Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang Saat Liputan Erupsi Anak Krakatau

11 September 2026 - 23:11

Ratusan Peserta Padati Senam Bersama RA dan KB Al-Firdaus Pasuruan

11 September 2026 - 17:25

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

11 September 2026 - 17:11

Trending di KABAR NUSANTARA