Probolinggo (Kabarpas.com) – Imbas terjadinya banjir yang mengepung sejumlah tempat di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan, menyebabkan para penumpang kereta api Sri Tanjung dan Mutiara Timur terlantar di Stasiun Kota Probolinggo.
Pantauan Kabarpas.com di lokasi, tampak para penumpang terpaksa harus menunggu kepastian jadwal keberangkatan selanjutnya, yaitu dengan memilih selonjoran dan tidur-tiduran di ruang tunggu. Seperti salah satunya ialah Budi, penumpang asal Banyuwangi. “Mau tidak mau ya harus menerima dengan keputusan pihak KA. Tapi, nggak papalah namanya juga ada banjir,” imbuhnya
Namun, setelah menunggu kepastian beberapa jam, pihak stasiun akhirnya terpaksa mengembalikan tiket ke ribuan penumpang. Pasalnya, hingga Kamis sore air masih menggenangi rel kereta yang ada di wilayah Pasuruan.
“Kami memohon maaf atas terganggunya perjalanan ini. Tapi, itu bukan dari pihak perkereta apian, melainkan faktor alam,” terangnya kepada Kabarpas.com, Kamis Sore, (30/09/2016).
Sementara itu, untuk diketahui bahwa saat ini ada lima perjalanan kereta api dari Pasuruan menuju ke Jember dan Banyuwangi dibatalkan. Penyebabnya, adalah banjir yang membuat rel kerea api sepanjang 400 meter tersebut tak bisa dilewati. Pasalnya, banyak batu kricak yang menjadi bantalan rel kereta api hanyut terbawa banjir. (sam/gus).

















