Pasuruan, Kabarpas.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan, menyelenggarakan Lokakarya Tingkat Kota Bagi Pengelola Kampung KB Se-Kota Pasuruan. Acara ini digelar di Hotel Transit Kota Pasuruan, dan akan berlangsung selama dua hari (28-29/12/2020).
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Perangkat Daerah yang merupakan anggota Pokja Kampung KB lintas sektor, Camat, Lurah wilayah kampung KB Kota Pasuruan, Penyuluh KB Se-Kota Pasuruan beserta Pokja Kampung KB, Narasumber serta undangan lain.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan, Njoman Swasti, mengatakan maksud dari lokakarya ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program pembangunan keluarga, kependudukan keluarga berencana (BANGGA KENCANA) serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
“Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan koordinasi dan peran serta Organisasi Perangkat Daerah dan mitra program dalam mendukung tumbuh kembang kampung KB,” ujarnya.
Ditambahkan, untuk peserta lokakarya ini berjumlah 155 orang terdiri dari Kepala Perangkat Daerah anggota Pokja kampung KB sebanyak 12 orang, Camat 4 orang, Lurah 4 orang, Pokja kampung KB 114 orang dan penyuluh KB 21 orang. Dan narasumbernya yaitu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Kepala Bapelitbangda Kota Pasuruan, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pasuruan.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo, mengharapkan kampung KB dapat menjadi suatu inovasi strategis dalam penguatan program KKBPK dan pembangunan sektor terkait, terutama sebagai suatu langkah implementasi kegiatan prioritas yang memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target/sasaran yang telah ditetapkan.
“Serta untuk memperluas cakupan penggarapan program KKBPK yang dapat diterima manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Serta Kampung KB diharapkan juga menjadi pilot project dan menjadi ikon Kota Pasuruan,” paparnya.
Seusai sambutan diteruskan dengan pemaparan materi oleh narasumber. (***/gus).

















