Purworejo (Kabarpas.com) – Tertahannya dua jamaah umroh asal Kabupaten Pasuruan ini berawal, saat rombongan umroh yang diberangkatkan oleh Hijrah Tour dari Suwayuwo, Sukorejo tersebut, akan pulang ke tanah air dengan menggunakan Pesawat Royal Brunai. Namun, pada saat itu pemberangkatannya akan dilakukan dari Jeddah menuju transit ke Brunai terlebih dahulu.
Kala itu, kedua jamaah tersebut yaitu Umi dan Triningsih sedang membawa tas jinjing warna kombinas hitam orange dengan ukuran sedang. Dikarenakan kesulitan memasukkan ke kabin pesawat lantaran barang yang dibawa berat, seorang pramugaripun datang untuk mencoba membantunya.
Nah, pramugari dari Royal Brunai ini kebetulan bisa bahasa Melayu dan sempat menanyakan isi dari tas yang dibawa tersebut.
“Saat ditanya oleh pramugari dari tas milik Triningsih, ibu saya bilang kalau itu isinya ya makanan masak isinya bom,” ujar Berlin Margarita, putri dari Umi Widiyani sembari menirukan ucapan ibunya, Senin (16/01/2017).
Lantaran mendengar kata BOM itulah, sang pramugaripun langsung melaporkan ke kokpit, yang kemudian langsung diteruskan ke keamanan bandara setempat. Tak lama kemudian, setelah ada laporan tersebut, semua penumpang pesawat yang berisi kurang lebih 400 orang dan rombongan jemaah umroh ini, semua diturunkan untuk dilakukan pemeriksaan menyeluruh isi pesawat.
Setelah pemeriksaan di dalam pesawat usai dilakukan dan hasilnya seteril dari bom. Semua penumpang pesawat yang sempat tertahan hingga 15 jam di bandara Jeddah itu, kemudian dipersilahkan naik kembali. Bahkan,Umi dan Triningsih juga sudah dipersilahkan naik ke pesawat, tapi sayangnya laporan tentang bom tersebut sudah naik ke kepolisian Arab Saudi. Sehingga Umi dan Triningsih dibawa di tempat steril, dan kemudian diperiksa terkait pernyataan BOM tersebut,
“Tapi, Umi (ibundanya Berlin.red) dan tante (Triningsih.red) disuruh turun lagi, bahkan pas turun dari pesawat beliau melihat ada tank-tank saat turun pesawat,” terangnya.
Karena tidak tega melihat ibu dan tantenya ditahan, Lyan Widia, 31, yang merupakan putra dari Umi pun ikut turun untuk menemani. Sayangnya Lyan tidak diperbolehkan ikut, dan hingga sekarang nasibnya terkatung-katung juga di Konsulat Jendral RI (KJRI) Jeddah.
Seperti dikabarkan sebelumnya, kedua jamaah umroh asal Kabupaten Pasuruan tertahan di Arab Saudi. Penyebabnya, adalah gara-gara bercanda soal bom di pesawat. Kedua jamaah umroh yang dimaksud yaitu bernama Umi Widayani, (56), warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil dan Triningsih Kamsir, (50), warga Desa Beji, Kecamatan Beji. Keduanya masih ada hubungan satu saudara. (jon/gus).

















