Reporter : Dimaz Zidan
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Sumberasih (Kabarpas.com) – Inovasi Panggul Ikan (Pakan Unggul Untuk Ikan) yang diciptakan oleh Wahyudiono warga Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih masuk nominasi 5 (lima) besar Jawa Timur lomba inovasi Tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2017 kategori Agribisnis.
Dalam lomba yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Jawa Timur ini, inovasi Panggul Ikan bersaing untuk menjadi yang terbaik dengan beberapa wakil dari di Jawa Timur.
Beberapa hari yang lalu, tim penilai sejumlah 4 (empat) orang berkunjung ke kediaman Wahyudiono untuk melakukan penilaian. Tim penilai ini berasal dari Balitbang, Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) dan akademisi dari perguruan tinggi.
Kedatangan tim penilai yang dipimpin oleh Kusyairi ini bertujuan untuk melihat dari dekat dari apa yang sudah dipresentasikan oleh Wahyudiono. Subjek penilaian yang dilakukan terkait proses inovasi yang dilakukan hingga bisa sampai untuk hasil akhirnya dari inovasi yang sudah berlangsung selama 2 (dua) tahun tersebut. Sehingga memperoleh formula pakan unggul untuk ikan (Panggul Ikan).
Turut menerima kedatangan tim penilai dari Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi beserta segenap jajaran dan beberapa kelompok yang menggunakan formula Panggul Ikan karya Wahyudiono.
“Tujuan kami datang kesini adalah untuk melakukan penilaian sekaligus melihat dari dekat apa saja yang berkaitan dengan inovasi pembuatan Panggul Ikan yang diciptakan oleh Bapak Wahyudiono,” kata Kusyairi.
Selain proses inovasi, tim penilai juga melihat pemanfaatan inovasi itu untuk masyarakat. “Kami ingin tahu dampak ke masyarakat itu apa dari inovasi yang sudah diciptakan ini,” jelasnya.
Dari hasil diskusi yang dilakukan tim penilai, selain penggunaan pakan untuk budidaya ikan lele, ternyata Wahyudiono juga mengajari orang-orang sekitar cara pembuatan Panggul Ikan.
“Salah satu nilai positifnya, ilmu yang dimiliki Wahyudiono tidak diambil sendiri tetapi ditularkan kepada orang lain. Semua ini dilakukan agar memperoleh manfaat supaya masyarakat tidak tergantung kepada pakan pabrik,” kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono.
Ipung, panggilan akrab Hari Pur Sulistiono mengharapkan agar inovasi Panggul Ikan ini bisa tampil sebagai yang terbaik. Hal ini dikarenakan inovasi ini sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat pembudidaya, khususnya yang ada di Kabupaten Probolinggo.
“Kepada masyarakat saya meminta agar inovasi ini menjadi motivasi supaya masyarakat tidak berhenti menggali potensi di lingkungannya. Terutama pakan yang dapat menopang dari pola budidaya,” pungkasnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah SNI, ijin edar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan hak paten.
“Mudah-mudahan inovasi ini bisa berlanjut tidak hanya sekedar memenuhi kebutuhan pakan, tetapi juga bisa komersial dan bisnis. Harapan ke depan dia harus mempunyai merk izin SNI, sertifikasi pakan dari KKP dan hak paten supaya tidak ditiru oleh orang lain,” ungkapnya.
Ternyata dari hasil penilaian tersebut, para tim penilai merasa puas dan kagum dengan apa yang sudah dilakukan oleh Wahyudiono. Terlebih usaha ini sudah berlangsung 2 (dua) tahun.
“Ada 3 yang membanggakan dari alternatif pembuatan pakan untuk kelompok ini. Meliputi pembuatan yang sudah berlangsung dua tahun, mesin pakan ada terobosan dan jamu herbal semacam ramuan untuk menambah ikan lele nafsu makan dan cepat besar,” kata Kusyairi.
Tidak hanya puas dan bangga dengan apa yang dilakukan oleh Wahyudiono dengan Panggul Ikan yang dihasilkannya. Tetapi salah satu juri juga akan membawa kelompok ini kepada Kemenristek dan Dikti di Jakarta. Proposalnya nantinya akan dikirimkan ke Bappeda Kabupaten Probolinggo untuk mendapatkan kegiatan dengan dana selama 3 (tiga) tahun yang berkisar antara Rp 100 hingga 500 juta per tahun. (zid/gus).

















