Jember, Kabarpas.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember, Jawa Timur mulai menyiapkan strategi untuk meningkatkan prestasi atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) KONI Jember 2026 bertajuk “Sukses Porprov 2027” yang digelar di Ballroom Fortuna Grande, Minggu (25/10/2026).
Ketua KONI Jember Ervan Friambodo mengatakan, persiapan menuju Porprov 2027 harus dilakukan sejak dini, salah satunya melalui pendataan dan pemetaan atlet di setiap cabang olahraga (cabor).
Menurut Ervan, data atlet menjadi dasar untuk mengukur kekuatan masing-masing cabor, mengevaluasi hasil pembinaan, sekaligus menentukan strategi yang tepat menghadapi kompetisi tingkat provinsi tersebut.
Ia menargetkan, daftar panjang atau longlist atlet yang diproyeksikan mengikuti Porprov 2027 sudah tersusun pada Desember mendatang.
“Yang sudah berjalan dengan baik, kita sempurnakan. Ini menjadi momentum penting untuk menyongsong sukses Porprov 2027,” ujarnya.
Ervan menegaskan, Rakerkab kali ini tidak sekadar menjadi forum untuk membahas persoalan organisasi. Pertemuan tersebut harus menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki prestasi olahraga Jember.
Dia berharap Jember mampu keluar dari posisi bawah dalam persaingan olahraga tingkat Jawa Timur.
“Jember bisa bangkit dan bisa hadir dalam tonggak sejarah baru di era Gus Fawait ini. Jangan lagi ada di peringkat bawah,” tandasnya.
Rakerkab 2026 merupakan kegiatan pertama pada masa kepengurusan KONI Jember yang baru. Kegiatan ini dihadiri 49 ketua cabor dari kepengurusan sebelumnya, sembilan ketua cabor baru, serta Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budianto.
Bupati Jember Muhammad Fawait turut membuka kegiatan tersebut secara virtual melalui Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Fawait mengakui bahwa prestasi Jember pada sejumlah gelaran Porprov sebelumnya belum sebanding dengan potensi sumber daya manusia dan jumlah penduduk daerah tersebut.
Ia mencontohkan, Jember menempati peringkat ke-20 pada Porprov sebelumnya. Padahal, pemerintah daerah telah memberikan dukungan berupa bonus bagi atlet berprestasi, termasuk Rp 50 juta untuk peraih medali emas, serta beasiswa pendidikan.
“Jember sebenarnya mempunyai potensi yang luar biasa. Sumber daya manusia kita luar biasa. Namun, dalam beberapa event, termasuk Porprov, kita berada di peringkat yang menurut saya terlalu jauh dari potensi Kabupaten Jember,” sebut Fawait.
Karena itu, dia meminta KONI dan seluruh cabor memperkuat pembinaan atlet serta menyusun persiapan yang lebih terarah. Menurutnya, dukungan anggaran dan penghargaan perlu diimbangi dengan perencanaan yang matang.
Fawait juga menyatakan pemerintah daerah siap kembali memberikan bonus bagi atlet Jember yang meraih prestasi pada Porprov 2027.
“Untuk KONI dan atlet pada Porprov 2027, kami siap memberikan bonus terbesar kembali sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam mendukung KONI dan seluruh atlet di masing-masing cabor,” ujarnya.
Selain bonus, Pemkab Jember juga menjanjikan beasiswa bagi atlet peraih medali emas untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kami Pemerintah Kabupaten Jember siap memberikan beasiswa untuk kuliah di mana pun, di institusi atau kampus di seluruh Indonesia bagi atlet-atlet peraih medali emas,” ucapnya.
Fawait berharap dukungan tersebut dapat memotivasi atlet, pelatih, dan pengurus cabor untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
Fawait juga meminta KONI Jember memperkuat koordinasi dengan KONI Jawa Timur agar strategi yang disusun sesuai dengan kebutuhan dan tantangan kompetisi.
Ervan menambahkan, peningkatan prestasi tidak bisa hanya mengandalkan semangat atlet. Dibutuhkan kerja sama antara pengurus KONI, cabor, pelatih, atlet, dan pemerintah daerah, disertai evaluasi serta pembinaan berkelanjutan. (dan/ian).

















