Kota Batu, Kabarpas.com -Kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Sosial (Kesra) Setda Pemkot Batu ditutup selama dua minggu akibat salah satu karyawan positif Covid-19.
Seluruh staf langsung diperintahkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Penegasan itu dijelaskan oleh Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batu, Punjul Santoso, Senin (15/6/2020).
“Jadi langsung kita tutup untuk membatasi aktivitas serta memberlakukan isolasi mandiri sampai tanggal 26 Juni 2020. pasien kode C-40, diketahui positif usai menjalani swab di RS Lavallate,” tegas Punjul.
Dari hasil penelusuran, pasien sempat berkunjung ke Surabaya. Lalu akan bepergian ke Bali, karena di sana prosedurnya harus menunjukkan hasil swab, dia melakukan tes dan ternyata hasilnya positif. Padahal sebelumnya dalam rapid test di balaikota hasilnya negatif.
“Dengan adanya satu ASN positif saya ingin mengajak seluruh masyarakat bisa berkaca pada peristiwa ini. Covid-19 bisa menyerang siapapun, apakah petani atau ASN. Harapan kami selaku pemerintah, masyarakat Batu menekankan kedisiplin dan patuh menerapkan protokol kesehatan agar terhindar,” harap wakil wali kota ini.
Untuk mencegah sebaran, tambah Punjul, isolasi mandiri pasien bisa saja dilakukan di rumah, namun dengan potensi tidak menularkan ke anggota keluarga yang lain. Namun kalau isolasi mandiri memiliki potensi menularkan ke anggota keluarga yang lain, maka sebaiknya yang bersangkutan melakukan isolasi di tempat yang telah disediakan pemerintah.
Selain menugaskan pegawai Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Sosial bekerja dari rumah, para pegawai juga diwajibkan melakukan tes cepat atau rapid test.
Kemudian, Punjul juga mendorong agar ASN bisa memberikan contoh kepada masyarakat tentang disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ia tidak ingin ASN justru menjadi sumber kekhawatiran masyarakat karena tidak disiplin.
“Jangan sampai tidak memakai masker saat keluar rumah, tetap menjaga jarak, rajin cuci tangan dan keluar rumah seperlunya. Kalau perlu tetap di rumah saja,” beber dia.
Terpisah, salah satu staf Kesra, Arifin membeberkan kronologis awal. Dia memang mengantar Ismail ke RS Lavallate pada 9 Juni kemarin. Pasalnya akan ada tugas ke Bali dan wajib PCR.
Setelah swab dari RS Lavallate, Arifin dan Ismail makan di sekitar Universitas Islam Malang (Unisma). Setelah itu pulang ke Batu. Pada Jumat tanggal 12 Juni 2020, Ismail dan Arifin melaksanakan salat Jumat di masjid yang dekat dengan rumah Ismail. Pelaksanaan Jumatan itu dilakukan sebagai penanda kali pertama dilaksanakannya Jumatan setelah vakum sebelumnya.
Setelah Jumatan, Arifin dan sejumlah pegawai Bagian Kesejahteraaan Rakyat dan Sosial lainnya mampur ke rumah Ismail untuk menghadiri acara pesta ulang tahun anaknya Ismail.
“Baru sore harinya ada informasi dari Gugus Tugas hasi swab positif. Saya sebagai stafnya juga kaget,” tutupnya.
Sebelumnya, warga Perumahan Mountain View Residence (MVR) yang berlokasi di RT 3 RW 1 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo resah mendengar adanya salah satu warganya yang bekerja sebagai ASN positif dan enggan dibawa ke tempat isolasi.
Keresahan warga lantaran ia masih sempat keluar rumah jalan-jalan pada Sabtu pagi. Masyarakat pun langsung melapor ke RT/RW dan menindak lanjuti ke perumahan.
Selanjutnya pihak desa mendapat kabar dari Dinas Kesehatan Batu pada Jumat sore. Seharusnya Pak Ismail sudah menerima kabar itu. Katanya akan dijemput tapi tidak ada kabar sampai malam.
Ketua RW 1 Samsuliono menerangkan jika warganya tidak memberikan stigma negatif. Justru sebaliknya, warga memberi dukungan dan berupaya agar virus tidak menularkan ke banyak orang, terutama keluarganya.
“Tujuan kami baik, agar tidak menular ke warga lain terutama keluarga, tidak ada penilaian negatif kami mendukung,” tegasnya.
Warga berharap ada segera tindakan tepat dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu terhadap pasien yang berstatus ASN. Di sisi lain, Samsuliono juga berharap agar Pemkot Batu bisa terbuka terhadap informasi warga yang positif Covid-19.
“Kenapa masalah rakyat kecil langsung disampaikan dan dievakuasi tapi kalau ASN masih tawar-menawar. Ini kenapa?” keluhnya.
Sementara itu Jubir Covid-19, M. Chori ketika disinggung terkait kabar bahwa ASN tersebut sempat mengisi khutbah di masjid, ia menefmgaskan kalau satgas pencegahan covid-19 segera melakukan tracking pada masyarakat yang mengikuti salat Jumat.
“Total ada 42 orang kami lakukan rapid test dan alhamdulilah semuanya non reaktif,” tutupnya.(lih/wan).

















