Reporter : Hari Sudarmoko
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Aksi pencuria yang terjadi di SDN Kalisat 1, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan yang menelan kerugian kurang lebih Rp 44 juta membuat Kapolsek Rembang AKP Bambang Sucahyono angkat bicara.
Saat ditemui Kabarpas.com di ruangannya pada Senin (30/04/2018) pagi, AKP Bambang Sucahyono mengatakan ada beberapa faktor seseorang melakukan aksi kejahatan terutama situasi tempat kejadian yang sepi, sehingga maling dengan leluasa melakukan kejahatan, terutama di saat pemiliknya atau penjaga yang selalu tidak ada di tempat.
Untuk faktor selanjutnya, Kapolsek menyampaikan bahwa seseorang bisa melakukan kejahatan karena kebutuhan ekonomi yang tinggi. Sehingga seseorang menjadi gelap mata.
“Seharusnya pihak sekolah merekrut pegawai untuk 24 jam menjaganya, dan juga penjaga harus berada di sekolahan baik siang maupun malam, ” tutur Kapolsek kepada Kabarpas.com.
Selain itu, lanjut AKP Bambang, seharusnya suatu lembaga baik itu Lembaga Pendidikan harus dilengkapi CCTV.
“Karena apabila pihak penjaga sekolah tidak ada di tempat. Hal itu membantu memudahkan untuk mengungkap pelaku dari pencurian itu,” pungkasnya. (dar/tin).

















