Bangil (Kabarpas.com) – Aksi kawanan begal motor di wilayah Pasuruan seperti tidak ada habis-habisnya. Betapa tidak, mereka seolah tak lagi mengenal waktu dan tempat untuk beraksi. Bahkan, hampir setiap minggu selalu ada saja yang menjadi korban perampasan motor.
Hal itu seperti yang dialami Ervan Dwi Saputra, 28, warga Dusun Tanggulangin, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Ia menjadi korban begal, saat dalam perjalanan menuju kos-kosannya yang ada di Wonokoyo, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan.
“Waktu itu saya berangkat naik motor sendirian dari rumah dan hendak kembali ke kosan. Dan para pelaku ini sepertinya sudah mulai membuntuti saya sejak di Ngopak,” kata Ervan kepada Kabarpas.com.
Hingga sampai di jalan raya Dusun Blawi, Desa Masangan, Kecamatan Bangil. Tiba-tiba dua pelaku yang mengendarai motor berboncengan, memepetnya. Selanjutnya satu diantara pelaku begal tersebut mengambil kontak motor milik korban.
“Pelakunya berjumlah enam orang, masing-masing berboncengan. Dan mereka ada tiga motor, dua honda beat dan satu vixion. Usai mempet dan mengambil kontak motor, salah satu pelaku lainnya langsung berhenti di depan saya,” ucapnya.
Nah, ketika motornya tak bisa dijalankan, satu dari pelaku turun. Pelaku tersebut mengeluarkan sabit panjang beberapa bilah. Sabit panjang itu kemudian dibagi-bagikan ke teman-temannya.
Melihat para pelaku bersenjata, korban pun menjadi keder dan memilih lari setelah sebelumnya jatuh dari motor Vario nopol N 5273 NBC miliknya tersebut.
“Karena takut, saja jadi memilih melarikan diri sembari berteriak meminta pertolongan. Namun, sejumlah orang yang berada di sekitar, tak berani malah memilih masuk ke rumahnya masing-masing,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, di tempat terpisah. Kapolsek Bangil, Kompol Abdul Hadi saat dikonfirmasi terkait aksi kawanan begal ini membenarkan, kalau pihaknya sudah mendapat laporan mengenai perampasan motor yang dialami buruh kayu tersebut.
“Dari hasil sementara yang didapatkan, besar dugaan para pelaku begal ini adalah orang-orang lama. Dan sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (ajo/gus).

















