Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 27 Mar 2026

Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Wabup Minta Normalisasi Sungai dan Solusi Jangka Panjang


Kepala BNPB Tinjau Banjir Pasuruan, Wabup Minta Normalisasi Sungai dan Solusi Jangka Panjang Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto ke Kabupaten Pasuruan, Jumat (27/3/2026), menjadi momentum evaluasi penanganan banjir yang dinilai kian kompleks.

Dalam pertemuan bersama jajaran Pemkab Pasuruan, Suharyanto menegaskan bahwa persoalan banjir di daerah tidak bisa dilihat sebagai kejadian tunggal, melainkan bagian dari tren bencana hidrometeorologi yang meningkat secara nasional.

Ia memaparkan, sepanjang 2025 tercatat 4.727 kejadian bencana di Indonesia. Sementara hingga Maret 2026, jumlahnya sudah mencapai 618 kejadian.

“Hampir seluruh provinsi terdampak bencana hidrometeorologi. Banjir, longsor, dan cuaca ekstrem terjadi hampir setiap hari,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi geografis Indonesia membuat potensi bencana terjadi secara bersamaan di berbagai wilayah. Bahkan dalam waktu yang sama, satu daerah bisa dilanda banjir, sementara daerah lain mengalami kekeringan.

Dalam konteks Pasuruan, Suharyanto menyoroti kondisi sungai yang dinilai masih membutuhkan penanganan lanjutan, termasuk normalisasi di sejumlah titik. Sebagian kewenangan tersebut, kata dia, berada di pemerintah pusat.

“Penanganan banjir ini harus lintas sektor. Kalau menjadi kewenangan BNPB, tentu kami bantu. Tetapi jika masuk kewenangan kementerian lain, akan kami dorong agar segera ditangani,” jelasnya.

Selain solusi jangka panjang, BNPB juga membuka peluang dukungan darurat bagi daerah terdampak. Bantuan yang disiapkan meliputi logistik, peralatan, hingga dukungan operasional di lapangan.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah sebagai kunci utama dalam menghadapi bencana.

Suharyanto juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang dinilai cukup siap dalam mitigasi, salah satunya dengan penyediaan shelter kebencanaan.

“Pasuruan mungkin bukan daerah dengan risiko tertinggi, tetapi kesiapsiagaannya cukup baik,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori menyampaikan bahwa dampak banjir saat ini mulai mengarah ke sektor produktif. Sekitar 150 hektare lahan pertanian dilaporkan terancam gagal panen akibat genangan yang bertahan lebih lama.

“Kondisi banjir sekarang berbeda, air tidak cepat surut. Kami berharap kunjungan ini bisa menghasilkan solusi jangka panjang untuk Pasuruan,” ujarnya.(dis/ian).

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Astra Honda Siap Lanjutkan Performa Positif di ARRC Mandalika 2026

7 Agustus 2026 - 20:31

Bupati Jember Bantah Programnya Sekadar Populis, Akui Kekompakan ASN Masih Jadi Tantangan

7 Agustus 2026 - 20:26

DBHCHT Kota Pasuruan Hadirkan Perlindungan Nyata, Ahli Waris Pekerja Rentan Terima Santunan Rp70 Juta

7 Agustus 2026 - 16:19

Polres Jombang Perkuat Kolaborasi, Gelar Apel Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan dan Karhutla

7 Agustus 2026 - 13:28

Sengketa Tanah Bobi Warga Silo Jember vs Bunda Bali Berlanjut di Jalur Pidana dan Perdata 

7 Agustus 2026 - 13:26

INDOMOBIL Expo Semarang 2026 Hadirkan Beragam Kendaraan Listrik Terbaru dan Promo Spesial

7 Agustus 2026 - 09:13

Trending di KABAR NUSANTARA