Pasuruan, kabarpas.com – Kopi tidak lagi dipandang sebatas komoditas, melainkan potensi lokal yang memadukan pengetahuan, keterampilan, serta kreativitas. Semangat ini menjadi fondasi digelarnya pra-event bertajuk “Caping Gunung Road to Prigen Coffee Fest 2026” pada Senin (21/09/2026). Ajang ini resmi menjadi pembuka untuk membangun antusiasme publik menjelang festival kopi utama di kawasan Prigen.
Kegiatan pra-acara ini difokuskan untuk memperluas jangkauan informasi, membagikan wawasan mengenai teknik pembuatan dan penyajian kopi, sekaligus menyediakan ruang diskusi lintas sektor. Acara ini dihadiri oleh jejaring pembuat konten, mitra media, pelaku usaha kopi, hingga sponsor Master Kopi Malang.
Direktur CV. Abipraya Cempaka Anggeng, Tri Cahyono Putra, menegaskan bahwa perhelatan ini dirancang melampaui batas kompetisi teknis. Menurutnya, Prigen Coffee Fest merupakan wadah pengembangan ekosistem kopi dari hulu ke hilir yang bertumpu pada tiga pilar utama: pergerakan budaya, penguatan UMKM, dan optimalisasi ekonomi kreatif. Ia turut mengajak media massa untuk konsisten mengangkat ragam potensi lokal Prigen, mulai dari hasil tani, destinasi wisata, hingga produk kreatif masyarakat.
Dari perspektif teknis, Beverage Expert sekaligus juri kompetisi es kopi susu, Donny Kusuma, berbagi pandangan mengenai esensi meracik minuman. Praktisi berpengalaman 18 tahun tersebut menekankan bahwa kompetisi harus dimaknai sebagai sarana eksplorasi rasa dan pembelajaran. Menurutnya, keseimbangan rasa antara kopi, susu, dan bahan lainnya merupakan kunci utama, yang hanya bisa dicapai lewat latihan konsisten serta eksplorasi rasio secara mendalam tanpa jalan pintas.
Menjelang puncak festival, panitia juga telah menyiapkan deretan agenda pendukung menarik yang dapat diakses secara cuma-cuma oleh publik. Pengunjung nantinya akan disuguhi panggung hiburan musik dari Tropical Forest, NoeCoustik, dan Alternative Rockopi, serta sesi penghargaan khusus bagi peserta pelatihan barista Kabupaten Pasuruan hasil kolaborasi bersama PCC.
Tak hanya hiburan, aspek edukasi dan pemberdayaan turut dihadirkan lewat stan Ekowisata Alas Pinggan serta kolaborasi Skena Alas Gamoh bersama Biologi ITS yang mengangkat tema satwa dan keanekaragaman hayati. Rangkaian acara tersebut kian lengkap dengan hadirnya program inspirasi kolaborasi CITASAMA, serta keterlibatan langsung petani lokal yang menjual biji kopi hasil panen mereka kepada para pengunjung.
Melalui sinergi erat antara komunitas, pegiat industri, petani, dan media massa, pra-event Caping Gunung sukses meletakkan landasan kuat menuju Prigen Coffee Fest 2026 sebagai panggung integrasi tradisi, inovasi rasa, dan pertumbuhan ekonomi lokal. (emn/ian).

















