Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 25 Mar 2026

Ketua PKB Jember Tanggapi Santai Usulan Peniadaan Bunga Desaku: Kalau Enggak Gitu Bukan PDIP


Ketua PKB Jember Tanggapi Santai Usulan Peniadaan Bunga Desaku: Kalau Enggak Gitu Bukan PDIP Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Dukungan terhadap program Bunga Desaku atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan terus menguat. Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jember, Ayub Junaidi, secara tegas menyatakan bahwa program tersebut merupakan langkah positif yang harus dipertahankan bahkan diperluas, karena dinilai efektif mendekatkan pemimpin dengan masyarakat.

Menurut Ayub, konsep Bunga Desaku yang menghadirkan langsung bupati ke desa-desa merupakan bentuk kepemimpinan yang responsif dan terbuka terhadap aspirasi warga.

“Bunga Desaku itu kan program baik. Pemimpin turun ke bawah, menyerap aspirasi langsung kepada masyarakat tanpa ada sekat dan batas. Jadi program itu ya harus didukung,” ujarnya, usai acara Kupatan yang di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu (25/3/2026).

Ia menilai, melalui kegiatan tersebut masyarakat memiliki kesempatan bertemu langsung dengan bupati untuk menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini mungkin sulit tersampaikan melalui jalur birokrasi formal.

“Bupati menyapa langsung tanpa batas. Ungkapan dan aspirasi dari masyarakat disampaikan langsung, itu kan bagus. Masyarakat bisa ketemu langsung dengan bupatinya,” kata Ayub.

Ayub juga menyoroti adanya usulan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Jember yang menyarankan agar program Bunga Desaku ditiadakan dengan alasan efisiensi anggaran. Menanggapi hal tersebut, ia menyampaikan kritik dengan nada santai namun menyentil.

“Terus kenapa ada yang mempermasalahkan? Kan programnya baik,” ucapnya.

“Ya enggak apa-apa, kalau enggak gitu kan bukan PDIP namanya,” tambahnya, sambil tertawa.

Meski disampaikan dengan nada ringan, pernyataan tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan politik dalam menyikapi program yang menjadi salah satu andalan Bupati Muhammad Fawait tersebut.

Ayub menegaskan bahwa secara prinsip PKB tidak melihat adanya masalah dalam pelaksanaan Bunga Desaku. Bahkan, ia mendorong agar kegiatan tersebut ditingkatkan jangkauannya agar semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat kehadiran langsung pemerintah daerah.

“Secara prinsip PKB mendukung. Bahkan kalau perlu ditingkatkan dan diperluas ke mana-mana, agar bupati langsung ketemu masyarakat. Ini juga memotong rantai birokrasi, dan itu bagus,” tegasnya.

Menurutnya, pemotongan rantai birokrasi melalui interaksi langsung antara kepala daerah dan masyarakat dapat mempercepat penyelesaian persoalan serta meminimalkan potensi kesalahan informasi yang sering terjadi dalam proses pelaporan berjenjang.

Dukungan dari PKB ini menambah deretan partai politik di Jember yang secara terbuka menyatakan dukungan terhadap program Bunga Desaku. Sebelumnya, PAN dan PPP juga telah menyampaikan sikap serupa dan menilai program tersebut efektif dalam memperkuat komunikasi serta pelayanan publik di tingkat desa.

Di sisi lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Jember sebelumnya menyampaikan usulan agar kegiatan Bunga Desaku ditiadakan dan digantikan dengan pemanfaatan kanal digital, seperti siaran langsung di media sosial, sebagai langkah efisiensi anggaran. Namun bagi PKB, pendekatan tatap muka langsung tetap menjadi metode yang paling tepat untuk memastikan aspirasi masyarakat terserap secara utuh. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 85 kali

Baca Lainnya

RoadSync Fest Hadir di Ponorogo, Padukan Teknologi Modern dan Budaya Lokal

23 September 2026 - 12:49

Udara Kabur di Malang, MPM Honda Jatim Bagikan Tips Berkendara Tetap #Cari_Aman

23 September 2026 - 11:56

One School One Event di TBM Jadi Ruang Ekspresi dan Pelestarian Budaya Generasi Muda

23 September 2026 - 11:10

Warga Kraton Keluhkan Sungai Bau Diduga Tercemar Limbah Perusahaan

23 September 2026 - 07:28

Pedagang Pasar Tanjung Jember Terbelah, Gus Fawait Satukan Mereka di Pendopo

22 September 2026 - 16:34

Caping Gunung Road to Prigen Coffee Fest 2026: Momentum Penguat Ekosistem Kopi Pasuruan Menuju Ajang Utama

22 September 2026 - 08:58

Trending di Berita Pasuruan