Reporter: M. Ainul Yaqin
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Guna memperingati Harlah Nahdlatul Ulama’ (NU) ke-95 tahun, Komunitas Gitu Saja Kok Repot (KGSKR) Jaringan GUSDURian Pasuruan gandeng Aktifis dan Mahasiswa Nahdliyyin menggelar Ngaji Gus Dur dan Informal Meeting di Universitas Yudharta Pasuruan kemarin.
Sejumlah organisasi-organisasi yang terlibat dalam acara tersebut, yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Ngalah, Mahasiswa Ahlith Thoriqoh al-Mu’tabaroh an-Nahdliyah (MATAN) Komisariat Yudharta, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama’ (IPPNU) Komisariat Yudharta, serta Forum Komunikasi Ulya (FKU) Pondok Pesantren Ngalah Pasuruan.
Acara ini diawali dengan Tahlil dan Do’a bersama untuk Muassis NU Kabupaten Pasuruan, kemudian Sholawat Thoriqiyah, dan dilanjut Amanat Perjuangan Aktifis dan Mahasiswa Nahdliyyin, serta Pembacaan Puisi Menjadi NU itu Keren dan Diskusi tentang NU Gus Dur dan Generasi Milenial serta Informal Meeting.
Kegiatan yang bertajuk “NU Gus Dur dan Generasi Milenial” ini sebagai refleksi gerakan NU sekaligus mengenal lebih jauh tentang sosok Gus Dur. Hal ini ditegaskan oleh Makhfud Syawaludin selaku Penyelenggara dan Koordinator KGSKR Pasuruan.
“Selain memperingati Harlah NU ke 95, kita juga membincangkan gerakan-gerakan NU saat masa Gus Dur serta gagasan dan warisan Gus Dur yang dibutuhkan oleh Aktifis dan Mahasiswa Nahdliyyin di era milenial,” katanya kepada Kabarpas.com.
Menurut pria yang akrab disapa Makhfud ini, bahwa dalam agenda informal Meeting akan dimaksimalkan untuk membangun strategi gerakan oleh aliansi Aktifis dan Mahasiswa Nahdliyyin.
“Agenda ini akan kami tindak lanjuti, sementara ini kita hanya merefleksikan secara bersama-sama terkait gerakan yang sudah dilakukan seklaligus strategi gerakan di masa mendatang,” tutup pria yang juga menjadi Sekretaris Lakpesdam PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut. (qin/tin).

















