Kota Batu, Kabarpas.com – Komisi B DPRD Kota Batu datangi PT Batu Wisata Resource (BWR) yang dinilai kinerjanya tidak maksimal serta tidak memberikan keuntungan secara signifikan bagi pendapatan daerah meski penyertaan modal yang dikucurkan mencapai total Rp 7 miliar lebih.
BWR sendiri merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang diproyeksikan menyumbang pendapatan daerah. Bertempat di lantai 5 Balaikota Among Tani, komisi B menggelar rapat bersama untuk mengetahui secara detail apa saja yang sudah dilakukan.
Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Hari Danah Wahyono menjelaskan, tujuannya dalam rapat koordinasi ini menanyakan penyertaan modal karena bersumber dari APBD.
“Ya kami ingin mengetahui sejauh mana BWR sudah mengelola penyertaan modal yang sudah dikucurkan. Sebab kami menilai BWR belum berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan,” keluh politisi Partai Gerindra ini, Senin (15/6/2020).
Penyertaan modal BWR disalurkan pada tahun 2016 sebesar Rp 3 miliar. Lalu, tahun 2017 sebesar Rp 3 miliar dan tambahan modal kembali saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ditahun yang sama sebesar Rp 1 miliar.
“Total kucuran modal Rp 7 miliar, tapi kok hasilnya sangat minim. Mereka beralasan dalam setiap tahun hasil labanya bervariasi. Ada yang senilai Rp 36 juta dan Rp 61 juta. Tahun mendatang mereka berjanji bisa memberikan laba Rp 110 juta dari beberapa usaha yang sudah dibentuk,” bebernya.
Senada, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Batu Fahmi Alkatiri juga mengeluhkan hal yang sama. Nampak meski beberapa usaha dibentuk, belum juga ada gebrakan nyata.
“Harus ada inovasi, tidak jelas dan tak ada gebrakan yang kelihatan, harus banyak diskusi dengan para ahlinya. Bukan berarti Dirut BWR tidak ahli tapi harus banyak belajar,” kesal politisi Partai Nasdem.
Harusnya tiap tahun BWR bisa mengelola modal dan terus meningkatkan dan mengembangkan usahanya. Terpenting BWR bisa berjalan sesuai tujuan badan usaha ini didirikan.
“Bisa menampung potensi usaha masyarakat, mewadahi, membantu, dan bisa merekrut tenaga kerja dari masyarakat Batu yang lebih banyak,” ujar Fahmi.
Kalau tetap saja, harus ada perubahan desain, jika dibiarkan terus dan tidak segera mulai dewan meyakini bakal bertambah lemah kedepannya.
“Jadi tak hanya diam, lalu stafnya membutuhkan orang yang mampu dan ahli pada bidangnya yang sesuai dengan keahliannya. Pembenahan totallah,” harap Fahmi kembali.
Direktur PT BWR, Bagyo Prasasti mengaku selalu mensetorkan setiap tahun laba dalam usaha yang dijalankan oleh BWR. Terkait keluhan dewan, Bagyo berjanji akan meningkatkan kinerjanya.
“Kedepan pasti kita tingkatkan kinerja kami, untuk laba pada tahun ini telah meningkat. Sekarang sudah mendapat senilai Rp 74 juta pada tahun 2019, dan kita siap meningkatkan kinerja, seperti yang diharapkan rekan komisi B tadi,” janjinya.
Penyebab BWR tidak bisa langsung menggenjot usahanya untuk meningatkan pendapatan yaitu penyertaan modal yang tidak bebarengan atau bertahap.
“Kalau seandainya itu langsung tentu ada kemudahan tersendiri untuk menyusun rencana bisnisnya,” beber Bagyo.
Perlu diketahui, beberapa usaha BWR yang tercatat pada Juni 2020 diantaranya unit usaha perdagangan dengan membuka Toko Rakyat yang ada di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Berikutnya, pada semester ke ll tahun 2020 merencanakan pembukaan Toko Rakyat ke 3 yang berlokasi di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bengkel Motor KWB, di Jalan Kartini, Kelurahan Ngaglik. Toko Rakyat, di Jalan Bukit Berbunga Sidomulyo. Batu Cycling di Jalan Wukir, Kelurahan Temas, dan pengepulan buah dan sayur organik di Jalan Raya Tlekung Junrejo.
Kemudian, usaha kantin teras Among Tani di BAT. Usaha Agrosezer e-commerse (pemasaran digital) produk pertanian dan UMKM, ticketing akomodasi. (lih/wan).

















