Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Advertorial · 19 Nov 2023

Komisi IV DPRD Trenggalek Sebut Kebutuhan Dokter Spesialis RSU Panggul Mendesak


Komisi IV DPRD Trenggalek Sebut Kebutuhan Dokter Spesialis RSU Panggul Mendesak Perbesar

Trenggalek, kabarpas.com-Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek menyebut jika kebutuhan akan dokter spesialis di RSU Panggul sangat mendesak. Sehingga, perlu kira ada sebuah solusi.

“Kita tahu kendalanya dokter spesialis ada pada anggaran. Jadi harus segers dicarikan solusi,” kata Sukarodin, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek.

Sukarodin menuturkan, pihaknya telah menggelar rapat bersama Dinas Kesehatan, Penggendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk & KB). Dari informasi yang didapat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bahwa RSU Panggul saat ini baru memiliki dua dokter spesialis, yakni dokter spesialis dalam dan OBGYN (unit kesehatan yang mengatasi semua masalah wanita terkait persalinan sampai keorgan reproduksi wanita).

“Idealnya itu ya 7 dokter spesialis. Namun kita menargetkan beberapa dokter spesialis terlebih dahulu, yakni dokter spesialis anatesi, dokter anak, dokter syaraf, dan obgyn, “imbuhnya.

Sukarodin menegaskan, terkait kendala anggaran untuk operasional, ada peluang pinjam BLUD. Tapi harus ada peraturan bupatinya. Sementara untuk membuat perbup perlu waktu kurang lebih satu setengah bulan.

“Kita bisa melakukan dua hal, yaitu pendapatan BLUD sebagian untuk membayar dokter spesialis dan menunggu perbup untuk pinjam ke bank komersial, “tukasnya.

Politisi senior PKB ini menjelaskan, untuk kebutuhan anggaran 7 dokter spesialis tersebut diperlukan anggaran sekitar Rp 2 milyar lebih.

Ditambahkan dia, untuk menghindari asumsi jika RSU Panggul sebagai rumah sakit rukukan maka idealnya kebutuhan dokter spesialis harus dipenuhi. Misalnya, kalau belum ada dokter soesialis syaraf ketika ada orang sakit stroke tentu RSU Panggul tidak berani melakukan tindakan medis.

“Pendeknya, ibarat jualan rumah sakit itu melayani kebutuhan konsumen. Jadi lebih cepat akan lebih baik, “tutupnya. (ADV).

Artikel ini telah dibaca 37 kali

Baca Lainnya

Jember Masuk Peta Penerbangan Nasional, Terkoneksi 15+ Kota Lewat Wings Air

6 Mei 2026 - 21:21

Resmi Diumumkan! Pemenang Program THR Honda Total 1 Miliar

6 Mei 2026 - 20:56

Kiai Tajul Mafakhir: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

6 Mei 2026 - 20:23

Kandang Ayam 100 Ribu Ekor di Mumbulsari Meresahkan, Dinas Sebut Izin Tak Terdaftar

6 Mei 2026 - 18:32

Pemkab Jember Buka Lowongan Survei Pajak, Gaji Rp2,85 Juta per Bulan 

6 Mei 2026 - 14:04

Kisah Legenda Persekabpas Khasan Sholeh, Kini Sukses Jadi Juragan Ternak

6 Mei 2026 - 13:01

Trending di Berita Pasuruan