Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 4 Des 2019

Kunjungi Gubernur Koster, Dubes Swiss Ingin Warganya Aman dan Nyaman di Bali


Kunjungi Gubernur Koster, Dubes Swiss Ingin Warganya Aman dan Nyaman di Bali Perbesar

Reporter : Wanti

Editor : Sukiswanti

Bali, Kabarpas. com-  Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Duta Besar Swiss Kurt Kunz di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar Rabu (4/12).

Pertemuan ini membahas informasi terkini seputar ekonomi, lingkungan, pariwisata dan pembangunan Bali ke depan.

Duta Besar Swiss Kurt Kunz mengatakan, setiap tahunnya sekitar 700 ribu orang wisatawan Swiss datang ke Indonesia yang sebagian besar datang ke Bali.

Selain itu, tak sedikit warga Swiss yang menetap di Bali. “Sekitar 520 orang warga Swiss tinggal di Bali,” terang Kunz.

Dia menjelaskan, mereka berkecimpung di berbagai bidang seperti pendidikan, pariwisata, kuliner dan lingkungan. Itu sebabnya Dubes Kunz menaruh perhatian terhadap kenyamanan dan keamanan wisatawan Swiss di Bali.

Dubes Kunz juga memberikan beberapa masukan di bidang pariwisata seperti layanan imigrasi, kebersihan dan lalu lintas. Dia menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menata pembangunan Bali.

“Budaya dan lingkungan sangat penting bagi masyarakat lokal. Ini modal yang harus dirawat oleh Bali,” kata Dubes Kunz seraya
mengapresiasi kebijakan Pemprov Bali yang mengembangkan energi bersih dan pertanian organik.

Ia berharap hubungan Swiss dengan Indonesia, Bali pada khususnya semakin baik, khususnya di bidang ekonomi, lingkungan dan pariwisata.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan arah pembangunan Bali ke depan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang di antaranya menata pariwisata, merawat kearifan lokal dan menjaga lingkungan alam.

“Untuk alam yang bersih ini, kami akan menerapkan sistem pertanian organik yang mengurangi zat kimia di tanah sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Juga sedang kami desain dengan Pergub menerapkan kebijakan Bali energi bersih,” paparnya.

Terkait keamanan wisatawan, Gubernur mengatakan Bali memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang siap mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi. “Pelaku pariwisata juga sudah siap,” katanya.

Untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Bali, Gubernur berharap Bali bisa belajar dari Swiss untuk mengembangkan industri jam tangan. “Orang Bali punya keterampilan tangan yang baik dan pandai membuat desain,” ujarnya. Ia berharap desain yang dibuat orang Bali bisa melengkapi pengalaman dan teknologi yang dimiliki Swiss dalam membuat jam tangan.

Dubes Kunz menyambut baik hal ini. Menurutnya, Bali memiliki desain yang unik yang sering menjadi inspirasi bagi desainer di seluruh dunia.

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Karnaval SCTV di Jember Dipadati Puluhan Ribu Warga, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dari Event Hiburan

18 Mei 2026 - 08:27

Ning Ita dan Wawalikota Resmi Membuka POPKOT 1 Tahun 2026, Menjaring Atlit Berbakat dan Berprestasi

17 Mei 2026 - 19:13

Walk For Peace 2026, Biksu Thudong dari Empat Negara Singgah di Kota Mojokerto

17 Mei 2026 - 12:35

Trending di KABAR NUSANTARA