Reporter : Abdur Rozaq
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Warga Dusun Sendang, Manikrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan mengadakan pengurasan dan penggalian Sendang Manikrejo, pada Minggu (29/4/2018) pagi.
Hal ini dilakukan setelah tim purbakala Disparbud Kabupaten Pasuruan mensinyalir bahwa sendang atau danau kecil tersebut ada hubungannya dengan kerajaan Sirso Rangan di wiliyah Rejoso.
Rahmad Cahyono (49), salah seorang anggota tim penggalian dari Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar Dinas Pariwisata dalam rangka melacak jejak purbakala di wilayah Kabupaten Pasuruan.
“Di Pasuruan tidak ada bukti sejarah tertulis mengenai situs-situs sejarah. Makanya pengurasan dan penggalian ini kami lakukan dalam rangka melacaknya. Sebab dalam investigasi kami, di wilayah Rejoso ini pernah ada kerajaan Sirso Rangan. Kerajaan tersebut eksis jauh sebelum Majapahit dan Singosari. Dan kira-kira semasa dengan Kerajaan Winongan,” jelasnya kepada Kabarpas.com saat ditemui di lokasi.
Sebelumnya tim purbakala di bawah naungan Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan ini telah melakukan investigasi dengan membawa sampel batu bata yang masih tersisa di sekitar sendang. Mereka juga meneliti koin logam yang ditemukan warga. Hasilnya, mereka yakin Sendang Manikrejo sudah ada jauh sebelum Majapahit berdiri.
“Dari lapisan tanah yang menutupi undakan di seputar sendang yang tebalnya satu meter lebih, kami bisa memperkirakan usia sendang ini lebih tua dari Majapahit,” tambah Cahyono.
Sementara itu, Nurul Hidayati, Kabid Seni Budaya Disparbud Kabupaten Pasuruan, yang juga ditemui di lokasi menjelaskan, penggalian ini dalam rangka menginventarisir situs sejarah di Pasuruan.
“Beberapa waktu lalu kami berhasil menemukan Goa Jepang di Gempol. Ini saya harap juga akan membuahkan hasil,” jelasnya.
Sementara itu, Kepada Desa Manikrejo, Nur Kholis, mengaku apresiasi dengan upaya pemerintah Kabupaten Pasuruan.
“Jika memang benar Sendang Manikrejo termasuk peninggalan kerajaan Sirso Rangan, nanti bisa kita jadikan aset desa dan menjadi tujuan wisata,” pungkasnya kepada Kabarpas.com. (zaq/gus).

















