Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 26 Jan 2019

Lewat Bank Sampah, Warga Dapat Tambahan Uang Belanja


Lewat Bank Sampah, Warga Dapat Tambahan Uang Belanja Perbesar

Reporter : Januar Fahmi

Editor : Diaz Octa

 

 

Sidoarjo, Kabarpas.com – Pengelolaan sampah di tingkat komunitas melalui Bank Sampah, pertama kali dilakukan sejak awal 2018 lalu di Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Berbeda dengan Bank lain yang berupa bangunan permanen dan dilengkapi dengan pendingin ruangan, Bank Sampah di Desa Kludan tersebut, menempati halaman rumah milik ketua RT setempat yang berukuran kurang dari 12 meter persegi. (26/01/2019)

Di halaman rumah tersebut, tidak ada brankas yang berisi uang, tetapi berkarung-karung sampah yang telah dipilah. Sampah plastik, kertas, styrofoam, kardus dan kemasan botol minuman bekas pakai.

Gianto, Ketua RT 04/RW 01 yang juga selaku pengurus Bank Sampah Sedayu, menjelaskan bahwa konsep pengelolaan sampah seperti bank ini membuat masyarakat tertarik, apalagi mereka akan mendapatkan keuntungan secara ekonomi.

“Konsep bank sampah ini lahir karena kami melihat ada yang menarik dari konsep bank sampah. Kami coba untuk kolaborasi dengan BUMDES, ada buku rekening,” ujar Gianto.

“Selain penyelamatan lingkungan, ada konsep menabung. Kemudian biasanya bayar retribusi per bulannya. Kalau ini nabungnya sampah kembalinya uang,” imbuhnya.

Gianto juga menjelaskan, bahwa sampah akan ditimbang dan ditaksir nilainya sesuai harga di pasaran atau pengepul, lalu nilai uang itu yang akan dimasukan ke rekening nasabah. Nasabah tidak dapat langsung mengambil uang mereka, tetapi harus menunggu selama satu tahun.

“Konsepnya menabung, jadi uangnya dimasukan dulu ke tabungan, kalau sudah 1 tahun bisa diambil, selain itu agar nilainya juga lebih besar,” jelas Gianto.

Salah satu nasabah Imron Suyuti (31), menyatakan unsur pendidikan dalam Bank Sampah dengan melibatkan anak-anak untuk menjadi nasabah, sehingga mereka mendapatkan pemahaman untuk mengelola sampah sejak dini.

“Sebagai nasabah bank sampah memang ada manfaatnya. Pertama, untuk kebersihan lingkungan, untuk menambah uang saku untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Suyuti, salah seorang nasabah.

Selain menguntungkan nasabah, bank sampah dapat memperbaiki kondisi kesehatan lingkungan. Pasalnya, dahulu di sekitar jalan tersebut banyak sekali sampah, dan jumlah penyakit juga tinggi, tetapi bank sampah membuat masyarakat mengubah pemikiran mereka tentang sampah, dan akhirnya memperbaiki lingkungan. (jan/diz).

Artikel ini telah dibaca 133 kali

Baca Lainnya

Piala Soeratin U-13 dan U-15 Trenggalek Batal Digelar di Stadion Menak Sopal, Simak Alasannya

21 Juni 2026 - 12:54

Suara Kecil dari Aksi FMJM Jember: Guru, Emak-emak, hingga Supplier Telur Ceritakan Harapan dari MBG 

20 Juni 2026 - 13:49

Long March 10 Ribu Warga Jember Dukung MBG, Minta Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Bukan Hentikan Program 

20 Juni 2026 - 13:47

HUT ke-108 Kota Mojokerto Berlangsung Meriah, SDM Modal Utama Jadi Fokus Pembangunan

20 Juni 2026 - 12:55

Bukan Demo Biasa, Ahmad Halim Mendadak Jadi Rebutan Tanda Tangan Emak-emak di Gedung DPRD Jember 

20 Juni 2026 - 12:19

Ada Menu Istimewa Setiap Jumat, SPPG di Jember Sajikan Olahan Daging Sapi untuk Penuhi Gizi Penerima Manfaat

19 Juni 2026 - 19:24

Trending di KABAR NUSANTARA