Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, kabarpas.com – Limbah batu bara Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton, di Kabupaten Probolinggo kondisinya kian mengkhawatirkan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil ketua komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin, dalam kunjunganya kerja di Pelabuhan Pendaratan Ikan di Kecamatan, Mayangan, Kota Probolinggo.
Komisi IV melakukan kunjungan spesifik di NTT, dan Jawa Timur, untuk Jawa Timur salah satunya adalah daerah PLTU Paiton, PPI Mayangan, Jombang dan Madiun.
“Kami melakukan kunjungan spesifik berdasarkan aspirasi masyarakat, dan yang di PLTU Paiton permasalahan limbah batu bara yang belum terselesaikan, sejak PLTU dibangun hingga sekarang belum ada solusi dari negara,” ujar Wakil ketua komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin.
Kondisi limbah batu bara PLTU Paiton sangat mengkhawatirkan terhadap masyarakat, lingkungan bahkan anak cucu mereka.
“Ini permasalahan serius, limbah batu bara sangat mengkhawatirkan ke masyarakat dan anak cucu mereka,” tegas Hasan.
Untuk itu, Komisi IV DPR RI akan mengundang menteri lingkungan hidup dan kehutanan guna melakukan kajian, dan bila dalam litbang memerlukan anggaran maka akan disuport dalam RAPBN mendatang.
Sementara itu, GM PJB Paiton, Mustofa Abdillah, ketika dikonfirmasi menjelaskan, di paiton ada 4 perusahaan, untuk PJB sendiri dalam pengelolaan limbah batu bara sudah sesuai prosedur dan regulasi sesuai ketentuan pemerintah.
“Dalam pengelolaan limbah batu bara sudah sesuai dengan prosedur dan regulasi dari pemerintah (kementerian), ” tutupnya. (wil/gus).

















