Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 15 Agu 2020

Lucunya Bayi Gajah Sumatera yang Lahir di Taman Safari Prigen Ini


Lucunya Bayi Gajah Sumatera yang Lahir di Taman Safari Prigen Ini Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Di tengah masa pandemi Covid-19 ini, Taman Safari Prigen tetap membuktikan keberhasilan pengembangbiakan (breeding) satwa. Kali ini adalah lahirnya satwa endemik Indonesia, Gajah Sumatera.

General Manager Taman Safari Prigen, Diaz Yonadie, mengatakan kelahiran Gajah Sumatera ini merupakan kado istimewa. Gajah berjenis kelamin betina tersebut lahir pada 14 Juli 2020.

“Lahir dari indukan betina bernama Sisca dan induk jantan bernama Wahid. Bayi gajah ini masih belum diberi nama seperti satwa-satwa lainnya, sehingga apabila ada yang memberikan usulan nama, kami persilakan,” kata Diaz Yonadie, General Manager Taman Safari Prigen kepada Kabarpas.com.

Sementara itu, Dokter Hewan Taman Safari Prigen, drh Nanang Tedjo Laksono mengatakan, proses kelahirannya ditangani secara langsung oleh tim medis maupun keeper (perawat satwa).

“Berat lahir anak gajah 80 kilogram dengan tinggi 85 cm. Dari pemantauan sejak lahir, kondisi bayi dalam keadaan sehat dan dalam pengasuhan induknya. Pemberian vitamin kami berikan melalui induknya,” ujar drh Nanang Tedjo Laksono, Dokter Hewan Taman Safari Prigen.

Saat ini, bayi Gajah Sumatera tersebut masih dalam perawatan induknya yaitu Sisca. Tentu dengan dibantu oleh keeper, tim medis dan dokter hewan. Setiap hari, bayi Gajah menyusu langsung ke induknya hingga nanti berusia empat tahun. Sejak lahir hingga usia 8 bulan, si bayi gajah sedang dalam proses belajar untuk makan.

“Masa kebuntingan Gajah Sumatera antara 18 bulan sampai 24 bulan. Gajah betina bisa dikatakan dewasa saat berusia 10 tahun sampai 12 tahun, sedangkan gajah jantan berusia 17 tahun. Jumlah keseluruhan gajah di Taman Safari Prigen saat ini menjadi 20 ekor,” kata drh Nanang Tedjo Laksono.

Menurut data, International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah menaikkan ‘kelas’ gajah Sumatera sebagai spesies yang kritis atau critically endangered, setelah sebelumnya spesies ini masuk ke dalam kelas endangered atau terancam.

“Total keseluruhan gajah Sumatera di bawah naungan Lembaga Konservasi ada 480 ekor. Sedangkan populasi Gajah Sumatera liar sekitar kurang lebih ada 2.000 ekor,” pungkasnya. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 49 kali

Baca Lainnya

HUT ke-81 RI di Kota Pasuruan, Dari Remisi hingga Beri Hadiah untuk Bayi yang Lahir 17 Agustus

17 Agustus 2026 - 16:12

74 Paskibraka Kota Pasuruan Dikukuhkan

16 Agustus 2026 - 07:48

Wali Kota Pasuruan Serahkan Bansos RTLH, Dorong Terwujudnya Rumah Sehat dan Layak Huni

13 Agustus 2026 - 09:43

Ratusan Pelajar SMP di Kota Pasuruan Meriahkan Lomba Dolanan Tradisional 

1 Agustus 2026 - 18:54

Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan Ikuti MPLS, Wali Kota Tekankan Sekolah Ramah Tanpa Bullying

1 Agustus 2026 - 13:53

Sinergi Penguatan Kesejahteraan Keluarga: TP PKK Jatim Lakukan Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kota Pasuruan

24 Juli 2026 - 20:25

Trending di Berita Pasuruan