Bangil (Kabarpas.com) – Petugas gabungan akhirnya berhasil menemukan tubuh Felensia Indriani (21), korban yang terseret arus sungai, saat melintas di Dusun Tamanan, Desa Oro – oro Rombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Selasa (24/12/2017) petang, bersama kekasihnya Wahyudi (25) warga Klayatan, Kecamatan Sukun, Malang.
“Korban ditemukan dalam kondisi tengkurap di tambak Pulau Sempuh, dekat muara Laut Desa Tambakan, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Bhakti Jati Permana, Kamis (26/o1/2017).
Jasad korban ditemukan oleh petugas gabungan dari Tim SAR, Polisi Air, dan BPBD Kabupaten Pasuruan yang saat itu melakukan penyisiran di kawasan tambak tersebut, pada Kamis siang yaitu sekitar pukul 14.00. WIB.
“Korban sudah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit. Dan saat ini, proses identifikasi masih berlangsung. Namun, secara ciri – ciri, sangat mirip dengan korban yang hilang itu sekitar 90 persen,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Seperti dikabarkan sebelumnya, sepasang sejoli terseret air banjir saat sedang melintasi sebuah jembatan yang berada di Dusun Tamanan, Desa Oro-oro Ombo Kulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Meski demikian, satu dari pasangan tersebut berhasil selamat. Sementara satunya lagi masih dalam proses pencarian.
Informasi yang diperoleh Kabarpas.com, kedua korban yang dimaksud yaitu Felensia Indriani (21), warga Desa Kalitelo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Sedangkan yang pria bernama Wahyudi.
Saat itu sepasang sejoli ini dari Surabaya mau pulang ke Malang, dan melewati jalan Kolursari tepatnya di Dusun Tamanan. Keduanya menyebrang melalui jalan di tengah sungai dan sesampainya di jalan sungai, air banjir tiba-tiba datang sangat besar dan kemudian menyeret korban hingga hanyut. (lin/sym).

















