Reporter: Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Tradisi zaman dulu masih terasa di kediaman Nuriz Zamzami, Pembina Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan sekaligus Ketua Umum Pengkab PBVSI Probolinggo. Seperti tradisi Jum’at legian yang masih kental tradisinya tradisini kuno masih melekat, Kamis (25/1/2018).
Mulai dari pembacaan surat Yasin, Rotibul haddad hingga pembacaan sholawat Simtut Duror. Kegiatan ini rutin dilakukan oleh Nuriz Zamzami bersama anggota GP Ansor, Banser, Satpol PPP hingga masyarakat kalangan bawah.
Nuriz Zamzami kepada Kabarpas.com mengatakan kegiatan ini dilakukan rutin di setiap minggunya karena sholawat menjadi bagian hidupnya. “Apalagi sekarang malam Jum’at malam penuh barokah tidak lain mengharap ridho-Nya,” terang Nuriz.
Sesungguhnya hari Jum’at adalah penghulu semua hari, di dalamnya Allah azza wa jalla melipat gandakan kebaikan, menghapus keburukan, mengangkat derajat, mengijabah doa, menghilangkan duka dan menunaikan hajat-hajat yang besar. “Hari Jum’at adalah hari Allah menambah jumlah orang-orang yang dibebaskan dari neraka, karena ini adalah bagian dari sabda Nabi Muhammad SAW,” ungkap Nuriz.
Nuriz menambahkan bahwa Allah SWT memilih Jum’at, lalu menjadikan harinya sebagai hari raya dan memilih malamnya menjadi malam hari raya. Di antara keutamaannya adalah orang yang memohon hajatnya kepada Allah Azza wa Jalla pada hari Jum’at Allah mengijabahnya. Suatu bangsa yang sudah layak menerima azab lalu mereka memohon pada malam dan hari Jum’at, Allah pasti menyelamatkan mereka darinya.
“Tidak ada sesuatu pun yang Allah tentukan dan utamakan kecuali Ia menentukannya pada malam Jum’at. Karena itu, malam Jum’at adalah malam yang paling utama dan harinya adalah hari yang paling utama,” tukas Nuriz. (fudz/nis)

















