Reporter : Hari Purnomo
Editor : Memey Mega
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Marinir Amerika yang terkenal dengan sebutan United States Marine Corps (USMC) menjalani latihan tembak dan operasi darat di Karangtekok, Kabupaten Situbondo selama empat hari.
Sebanyak 140 anggota Marinir Amerika menjajal medan latihan di Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, untuk melakukan latihan patroli tempur dan pembekalan materi cara bertahan hidup di dalam hutan (jungle survival).
Marinir Amerika latihan bersama TNI-AL wilayah barat Pasukan Tempur (paspur) I khususnya dari yonif III Korps Marinir. Personel Marinir TNI-AL dan Marinir Amerika Serikat ambil bagian dalam latihan bersama CARAT (Cooperation Afloat Readiness and Training) 2017 di Situbondo dan Banyuwangi.
“Latihan bersama ini tertujuan untuk meningkatkan hubungan antara dua negara. Dan juga kita bisa berbagi ilmu dan taktik,” ujar Komandan Batalyon Infantri III Korp Marinir, Letkol Marinir Prasetyo Pinandito, Senin (11/09/2017).
Selain itu, beberapa materi diberikan kepada pasukan Marinir Amerika olah mentor dari anggota TNI-AL. Materi tersebut meliputi merakit jebakan untuk unggas dan binatang liar, mencari air didalam hutan, serta mencari sumber makanan berupa tumbuh-tumbuhan.
“Kita juga bisa membaca taktik apa yang akan mereka gunakan jika tertekan saat menjalani pertempuran di dalam hutan. Dan itulah yang nantinya ilmu yang kita dapat dari mereka,” ucap Prasetyo.
Senapan laras panjang M.16 A4 dan GPMG serta senjata canggih lainnya yang dilengkapi dengan infra merah tak pernah lepas dari genggaman mereka. Tak ketinggalan, peralatan komunikasi yang cukup canggih dan alat digital petunjuk posisi di bumi yang di sebut Global Positioning System (GPS ) juga disiapkan.
Maklum, pasukan elit dari Amerika ini sedang bersiap akan mengikuti sesi latihan perang dan bertahan hidup di dalam hutan yang dikenal dengan istilah Jungle Survival, latihan ini dilakukan di hutan Selogiri, kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Hutan Selogiri merupakan hutan tropis yang sangat mendukung untuk latihan perang dan memiliki karakteristik daerahnya memungkinkan pasukan untuk membuat manuver – manuver saat berperang di dalam hutan. Pohonnya sangat rindang.
Gemericik air sungai yang jernih, suara burung dan hewan lainnya seakan menyambut Marinir Amerika untuk menjajal medan baru yang belum mereka kenal. “Show me the jungle,” Tunjukkan rimba ungkap salah satu tentara Amerika. (har/mey).

















