Reporter : Ajo
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Guna mengangkat potensi yang ada, sejumlah orang yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Jarangan mengembangkan wisata mangrove yang ada di desa tersebut. Diantaranya yaitu mulai dari edukasi belajar mengenai konservasi mangrove, budidaya ikan bandeng, ikan vanami, berdayung, dan mancing.
Selain itu, berbagai event baik yang skala kecil hingga besar pun telah mereka gelar. Sehingga tak heran bila wisata mangrove yang ada di desa tersebut saat ini mulai kian ramai dikunjungi.
Menurut Anik Tri Lestari, salah satu pokdarwis di desa setempat mengatakan, Desa Jarangan memiliki tipologi geografi yang berbeda dengan mayoritas desa dampingan Program PADI (Pendidikan Agrobisnis dan Agrowisata Desa Inovatif).
“Untuk wisata konservasi mangrove akan direncanakan guna pengembangan wisata desa. Berbeda dengan beberapa wisata mangrove di tempat lain, wisata mangrove Jarangan memiliki ciri khas tersendiri,” terangnya.
Ia menyebut bahwa keunikan wisata mangrove yang ada di Desa Jarangan ini yaitu perjalanan menuju Hutan Konservasi yang mengharuskan melewati sungai dengan perahu. Uniknya lagi, perahu-perahu yang ada dimodifikasi dengan bentuk naga. “Hal ini tentunya menjadi keunikan dan pengalaman tersendiri bagi para pengunjung,” pungkasnya. (ajo/tin).

















