Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 16 Nov 2020

Mengais Rezeki Gas Bumi di Tanah Semare


Mengais Rezeki Gas Bumi di Tanah Semare Perbesar

Oleh: Shohibul Hujjah, Kabarpas.com

PASURUAN – LAUT memiliki potensi alam yang cukup melimpah, salah satunya yaitu dengan keberadaan minyak dan gas bumi yang tersimpan di dalamnya. Dan semua itu bila dijaga dan dirawat dengan baik, maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

Hal itulah yang menjadi salah satu komitmen Husky CNOOC Madura Limited (HCML) untuk mendorong masyarakat pesisir Pasuruan, tepatnya di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan untuk memberikan penguatan di bidang usaha kuliner dan kepariwisataan, dengan memanfaatkan potensi laut yang ada di wilayah setempat.

Atas upaya dan dorongan HCML pula akhirnya di desa tersebut, didirikan sebuah café yang diberi nama Café Laut Semare atau CLS. Bahkan, keberadaan café ini dengan sangat cepat langsung mendadak viral di jagat dunia maya.

Bak pepatah di mana ada gula di situ ada semut, café ini pun dengan sekejap menjadi serbuan para wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke café yang dibangun persis di atas pinggir laut Desa Semare tersebut.

CLS dibuka resmi pada 29 Agustus 2019. Cafe ini berhasil mengubah citra negatif desa setempat, yang semula identik dengan desa tawuran menjadi destinasi wisata dengan hamparan hutan bakau yang menakjubkan.

“Alhamdulillah, adanya CLS ini sangat membantu perekonomian saya dan warga di sini (Semare.red) yang sebagian besar nelayan. Apalagi saat ini masih pandemi, semuanya serba sepi dan susah dicari. Namun, berkat adanya CLS ini kami masih bisa mengais rezeki dari sini,” ucap Sampurno, salah satu warga setempat.

Selain sajian kuliner, pengunjung Cafe Laut Semare bisa beraktivitas sea boating atau naik perahu keliling pesisir Semare. Selain itu, mereka juga bisa menikmati sajian makanan khas olahan laut (seafood) dibarengi dengan melihat aktifitas nelayan setempat melaut.

“Untuk masuk ke sini (area CLS.red) sangat murah sekali yaitu 2000 per orang. Itu beda dengan bayar makan di café dan naik perahu ya,” ucapnya.

Di area CLS, para wisatawan akan dimanjakan dengan adanya spot-spot untuk foto selfie atau swafoto. Karena di sana ada banyak spot foto yang menjadi favorit para wisatawan, di antaranya yaitu spot foto kepiting, spot foto love-love, dan spot foto huruf CLS. “Untuk foto selfie di spot-spot tersebut gratis, jadi wisatawan bisa foto sesukanya dan segaya-gayanya,” imbuhnya sembari tersenyum.

Kendati demikian di saat awal masa pandemi, café ini sempat ditutup sementara. Itu dikarenakan adanya himbauan dari pemerintah untuk lock down di rumahnya masing-masing guna mencegah penyebaran covid-19.

“Sempat ditutup sementara, karena ada himbauan pemerintah. Namun, sekitar bulan Agustus akhir dibuka lagi dan pengunjung bertahap berdatangan ke sini,” ucap Fadholi, Ketua Pokdarwis Semare kepada Kabarpas.com.

Ia mengaku selama pandemi ini, omzet dan jumlah pengunjung mengalami penurunan. Meski begitu, ia bersama kelompoknya tak berhenti untuk berinovasi agar CLS yang saat ini dikelola bersama – sama itu bisa terus berkembang dan bisa menarik kunjungan para wisatawan.

“Pasca dibukanya kembali pada masa pandemi covid-19, jumlahnya sekitar 70 persen dari hari-hari normal sebelum covid-19 melanda. Untuk itulah, kami terus mencoba mengencarkan promosi di media sosial,” terangnya.

Selain itu, ia juga menambahkan, di masa pandemi ini pihaknya juga tak ingin menambah cluster baru penyebaran covid-19. Sehingga pihaknya menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang cukup ketat bagi para wisatawan yang berkunjung ke CLS.

Di sisi lain, senada dengan Sampurno, Fadholi juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak HCML yang selama ini telah membantu memajukan desanya menjadi desa wisata yang cukup booming di wilayah Pasuruan.

“Keberadaan café ini tidak hanya membantu perekonomian kami, tapi juga mengurangi penganguran yang ada di sini. Karena berkat gas bumi inilah, kami mengais rezeki,” pungkasnya. (***).

Artikel ini telah dibaca 42 kali

Baca Lainnya

Launching Car Free Day, Pemkot Pasuruan Ajak Warga Hidup Sehat dan Gerakkan Ekonomi

5 Juli 2026 - 22:57

Wali Kota Pasuruan Pastikan Sekolah Rakyat Siap Beroperasi, Progres Pembangunan Sudah 87 Persen

4 Juli 2026 - 14:39

Bunda Ani Firdaus Ajak Generasi Muda Jadi Penerus Pelestari Batik Kota Pasuruan

4 Juli 2026 - 14:24

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Trending di Berita Pasuruan