Sidoarjo, kabarpas.com – Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid 19 gencar dilakukan Pemerintah Desa Sukorejo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya dengan melakukan doa bersama tolak bala’ wabah dan mengharap keselamatan bagi warga desa setempat, serta masyarakat Indonesia pada umumnya.
Uniknya, dalam acara itu hadir 7 orang Kiai yang membacakan do’a, 7 nasi tumpeng dan 7 warna bubur. Sementara jumlah 7 atau istilah jawa pitu yang memiliki arti memohon pitulungan (pertolongan) kepada Allah SWT agar terhindar dari segala macam penyakit dan bencana.
Kepala Desa Sukorejo, Suwandi mengatakan, pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin untuk menanggulangi wabah Covid 19 mulai dari memberikan himbauan 5 M, penyemprotan disinfektan, memberikan sembako untuk yang isolasi mandiri (Isoman) dan melaksanakan vaksin masal.
“Pada malam ini kita melakukan usaha melalui doa memohon kepada Allah SWT supaya kita semua dijauhkan dari segala macam bentuk musibah, dan pandemi Covid 19 segera hilang dari muka bumi ini,” kata Suwandi kepada wartawan kabarpas.com.
Acara doa bersama itu diawali dengan pembacaan Ayat-ayat suci Al-Qur’an, istighotsah dan tahlil, dilanjutkan dengan santunan berupa uang yang diberikan kepada 13 anak yatim.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang dilakukan selama ini, kita diselamatkan Allah SWT dari segalam macam bentuk musibah,” pungkas Suwandi. (lid/tin).















