Panggungrejo (Kabarpas.com) – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Indonesia (Menristekdikti), M Nasir berjanji akan membantu para santri, yang ingin kuliah tapi tak ada biaya. Agar bisa mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi.
Hal itu sebagaimana disampaikannya saat menghadiri acara Haul ke – 35 KH Abdul Hamid bin Abdullah Umar dan Haul ke – 26 Ibu Nyai Hj Nafisah Ahmad Qusairy di Ponpes Salafiyah Jalan KH Hamid, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Panggurejo, Kota Pasuruan,Sabtu (10/12/2016).
“Pak Bupati dan Pak Wali Kota silakan dicatat. Apabila di wilayahnya ada santri yang ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, tapi terhalang biaya. Nanti, Insyallah akan saya bantu mendapatkan beasiswa,” kata Menristek M Nasir dihadapan para jamaah haul.
Pria pemegang sertifikasi akuntan profesional Certificate Accountant (CA) ini juga menyampaikan, kalau saat ini pihaknya sedang menyediakan beasiswa untuk jenjang pendidikan S1, yang akan diberikan kepada 95.000 anak bangsa.
“Syarat bagi santri untuk mendapatkan beasiswa sarjana sangat sederhana. Yakni, cukup bisa mengaji dan menguasai amalan – amalan Islam. Dan tentunya yang masuk dalam kriteria yakni berasal dari keluarga kurang mampu,” tandasnya.
Menurut, pria kelahiran Ngawi ini, santri harus modern dan menguasai teknologi. Meski terlihat hanya sarungan, tapi ilmu yang dimiliki harus luar biasa.
“Santri harus ahli dalam bidang ilmu agama dan ahli dalam bidang ilmu lainnya. Beberapa waktu lalu, kami menjadi jembatan bagi santri yang ingin kuliah tapi tidak memiliki biaya,” terangnya dihadapan para tamu undangan dan jamaah haul.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf kepada Kabarpas.com, saat ditemui seusai acara menyampaikan, semakin tahun majelis haul KH Abdul Hamid ini, dihadiri banyak orang. Menurutnya, itu menunjukkan bahwa sosok KH Abdul Hamid ini adalah ulama yang sangat dicintai oleh masyarakat. Meskipun beliau sudah lama wafat.
“Mengapa itu terjadi, karena beliau (KH Abdul Hamid.red) dulunya sudah menanamkan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah yaitu keteladanan. Dan sekarang yang menerima manfaatnya banyak, yaitu termasuk pemerintah,” terang pria yang akrab disapa Gus Ipul itu kepada Kabarpas.com.
Untuk sekedar diketahui, acara haul ini juga dihadiri oleh sejumlah kiai, tokoh agama, dan pejabat. Di antaranya yaitu Gus Qoyyum Mansur dari Lasem, Gus Ali Tulangan Sidoarjo, Prof DR. Al-Habib Abdullah bin Muhammad Baharun Yaman, Wali Kota Pasuruan, Setiyono, Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, mantan Wali Kota Pasuruan, Hasani. Serta Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Selain itu, acara ini juga dihadiri puluhan ribu orang yang berasal dari berbagai penjuru di Tanah Air. Di antaranya Madura, Jakarta, Surabaya, Pekalongan, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, Probolinggo, Lumajang, Banyuwangi, dan Malang. (ajo/gus).

















