Reporter : Habib Mustofa
Editor : Memey Mega
___________________________________Banyuwangi (Kabarpas.com) – Dalam perlombaan Penjor yang digelar di lapangan Wirabumi, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi, diikuti oleh 20 peserta dari berbagai Instansi lingkungan kecamatan setempat. Tak luput seluruh desa di kecamatan tersebut juga ikut ambil bagian dalam perlombaan seni berbahan daun muda kelapa atau Janur.
Sejak pagi, Penjor dari masing-masing peserta sudah terlihat di sisi pinggir lapangan dari berbagai sisi. Seperti yang terlihat pada penjor Pemerintah Desa Sukonatar. Memang terlihat unik sendiri di bandingkan dengan peserta yang lain.
Menurut Sishadiwiyono selaku Kepala Desa Suko Maju menjelaskan, dalam perlombaan kali ini Penjor yang di buat diberi tema Penjor Sukomaju Bisa. Nama tersebut dipilih lantaran untuk menggambarkan Desa Sukomaju agar selalu bisa lebih baik terus menerus.
“Ya kita beri nama Penjor Suko Maju , supaya dari nama tersebut Desa Sukomaju dapat terus lebih baik dari segala hal,” ucap Kepala Desa Sukomaju kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi, Rabu (16/08/2018).
Sishadiwiyono menambahkan, dalam membuat Penjor ini butuh waktu 1 x 24 jam. Karena di desanya itu banyak senimannya, sehingga tidak ada kesulitan dalam membuat Penjor yang berdiri tegar tersebut. “Mudah mas, kalau gak percaya tanya pada teman-teman yang membuat. Di desa kita kan banyak seniman,” imbuhnya.
Lomba Penjor yang diselenggarakan Pemerintah Kecamatan Srono untuk memperingati HUT RI ke-72 ini tergolong unik. Di samping itu lomba ini bertujuan untuk melestarikan para seniman Penjor yang ada di masing-masing desa, Kecamatan Srono. (bib/mey).

















