Reporter : Moch Wildanov
Editor : Titin Sukmawati
Probolinggo, Kabarpas.com – Mitra Sunatan bersama yayasan panti Asuhan Al- Umah menggelar kegiatan sunatan massal pada anak yatim dan kurang mampu di Probolinggo. Minggu, (13/9/2020).
Dengan tetap menjalankan protokoler kesehatan, sekitar 26 anak yatim dan kurang mampu ini mengikuti sunatan massal dengan metode premium super ring tanpa jarum suntik di Hotel Bromo View.
Owner Mitra Sunatan, Nikmatul Mubarok menjelaskan, sunatan massal ini digelar secara rutin tiap tahun bekerjasama dengan berbagai lembaga yayasan untuk membantu anak yatim dan masyarakat kurang mampu.
“Alhamdulillah kegiatan ini dapat kami lakukan dengan baik , dan ini merupakan bagian dari pengabdian kami untuk masyarakat, terima kasih untuk para donatur yang telah membantu berlangsungnya acara ini,” ujar Mubarok kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, dr Eka Srirejeki tim dari Mitra Sunatan menyampaikan, metode yang dilakukan oleh timnya cukup berbeda dengan metode penyunatan yang biasa dilakukan.
“Teknik yang kami gunakan menggunakan pembiusan tanpa jarum suntik, yaitu memakai alat khusus free needle injector, sehingga pembiusan di lakukan hanya dengan di semprot/spray menggunakan tekanan sehingga sangat minim nyeri dan lebih nyaman dibanding suntik,” tandas Eka.
Tidak hanya itu, metode yang digunakan adalah metode super ring, dr Eka melanjutkan dengan metode ini sunat bisa dilakukan lebih cepat hanya sekitar 5-10 menit, dan setelah sunat anak aman untuk pakai celana seperti biasa, mandi serta bisa melakukan aktivitas seperti biasa, bahkan aman untuk dilakukan bersepeda, renang dan yang terpenting adalah hasilnya bagus simetris.
Mitra Sunatan sendiri berlokasi di Probolinggo, memberikakan pelayanan sunat konvensional hingga sunat super ring dan stapler, melayani sunat bayi, anak – anak hingga dewasa. Saat ini layanan yang banyak diminati masyarakat adalah metode super ring dengan kombinasi teknologi Free Needle Injector (Madajet) atau bius tanpa suntik, selain karena prosesnya cepat aman, nyaman, dan hasil pasca khitan lebih baik.
Rizki, salah satu peserta sunatan massal menceritakan, khitan di Mitra Sunatan ternyata tidak sakit, hanya disemprot trus menunggu dan selesai disunat. “Tidak sakit seperti sunat yang diceritakan teman-teman sekolah saya,” ujar Rizki.
“Diajak ngomong dan cerita, terus terasa dingin saat disemprot dan selesai sunat,” tambahnya. (wil/tin).

















