Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 18 Agu 2017

Ospek, Momen PKL Mengais Rejeki


Ospek, Momen PKL Mengais Rejeki Perbesar

Reporter : Hendra Rahardya

Editor : Memey Mega

___________________________________

Malang (Kabarpas.com) – Keramaian sudah terlihat di sepanjang Jalan Veteran Universitas Brawijaya Malang. Puluhan pedagang perlengkapan ospek dan ratusan pembeli yang notabene adalah mahasiswa baru (maba) Universitas Brawijaya melakukan kegiatan transaksi tiap tahun ini.

Puncak keramaian mulai terlihat sejak pukul 14.00 WIB, para maba mulai keluar dari kampus masing-masing untuk  membeli perlengkapan tugas ospek.

Sugeng Hariadi (40), salah seorang pedagang perlengkapan ospek yang sudah berjualan sejak tahun 2001 silam mengaku, Ospek adalah momen yang tepat untuk meraih banyak keuntungan.

Sugeng bersama dua adik kandungnya Joko Bowo dan Ngadiono sudah mulai berjualan perlengkapan ospek di Jalan Veteran sejak hari Senin (14/08/2017) lalu. Mereka membuka lapak sejak pukul 07.00 WIB hingga sore hari.

“Kami melakukan ini setiap tahun dan berpindah dari kampus ke kampus seperti ITN, UM, UMM, Unitri, Unisma dan STIA yang akan melaksanakan ospek,” ujar Sugeng kepada Kabarpas.com biro Malang, Jumat (18/08/2017).

Barang yang dijual di antaranya kaus kaki, ikat pinggang, name tag, karung, koran bekas, tali, pita dan sandal jepit beragam warna. Sugeng juga menerima pesanan paket prakarya seperti name tag, topi dan tas sesuai ketentuan pihak penyelenggara ospek.

Diakui Sugeng, penghasilan yang didapat mencapai Rp 20 juta setiap tahunnya. Sehari-hari Sugeng berprofesi sebagai tukang bangunan, tukang parkir dan berjualan pulsa. Sebagian pendapatannya digunakan untuk modal berjualan. Ia menjual dengan harga mulai Rp 3000 hingga Rp 100.000  untuk paket pemesanan prakarya.

Semua pedagang mendapatkan informasi perlengkapan yang dibutuhkan dari web brawijaya online serta dari kenalan mahasiswa sekitar tempat tinggal. Diakui salah satu pembeli bernama Arum, maba jurusan sastra Prancis asal Samarinda, keberadaan pedagang ospek sangat membantu.

“Meski pun harga nya sedikit lebih mahal, namun bisa ditawar dan nggak perlu ribet nyari ke tempat-tempat lain seperti percetakan atau toko lain, jadi lebih praktis,” kata Santi, ibu dari Arum yang menemani berbelanja perlengkapan Ospek. (hen/mey).

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA