Trenggalek, Kabarpas.com – Paguyupan Tosan Aji Parikesit Trenggalek yang berdiri sejak 2016 terus melakukan inovasi untuk melestarikan cagar budaya nasional yang secara spesifik dalam bentuk perkerisan.
Salah satunya adalah menyelenggarakan acara ‘Srengatan Agung Pusaka Parikesit’. Sekaligus sebagai tanggung jawab moral setelah keris ditetapkan sebagai benda pusaka oleh Unesco. Demikian disampaikan oleh penasihat Paguyupan Tosan Aji Parikesit Trenggalek Gaguk Susilo.
Gaguk sapaan dia menjelaskan, pada acara Srengatan Agung Pusaka Parikesit tersebut, pihaknya juga menggelar sarasehan yang tidak hanya melibatkan teman-teman perkerisan, tapi juga para budayawan.
“Jadi teman-teman ingin mempertegaskan konsistensi dalam melestarikan budaya peninggalan leluhur berupa keris. Oleh karena itu kita mensakralkan pusaka keris dalam hal ini pusaka keris Parikesit,” ucapnya.
Gaguk menegaskan, dengan berdirinya paguyupan Parikesit diharapkan bisa menjadi corong edukasi bagi generasi muda yang ada di Trenggalek, atau di seluruh nusantara.
“Kami cukup bangga di Trenggalek telah bermunculan pengempa pusaka yang dikategorikan empu pusaka. Bahkan produknya masuk skala nasional,” tuturnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, dengan berdirinya paguyupan Parikesit dimaksudkan untuk mewadai seluruh elemen paguyupan perkerisan. “Kami akan berusaha untuk menggelar acara Srengatan Agung Pusaka setiap tahun. Paling tidak bisa menjadi ruang edukasi,” ujarnya.
Ia berharap agar kegiatan-kegiatan yang bernuansa budaya di Trenggalek harus dioptimalkan, karena banyak peninggalan selain candi masih ada peninggalan lain yang kemungkinan masih tersisa atau ada. Sehingga perlu di uri-uri agar terjaga secara natural.
“Kami dari Parikesit siap memberikan edukasi terkait pusaka peninggalan leluhur,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, secara umum paguyupan perkerisan di Trenggalek cukup menjanjikan dengan jumlah yang lumayan banyak. Sehingga bisa membantu dalam pelestarian cagar budaya yang ada di Bumi Menak Sopal.
“Ada paguyupan Panji Patrem, Pandowo, Parikesit, dan lainnya. Insyaalloh ada 6 paguyupan,” tutupnya. (gus/ian).

















