Senin, 28 September 2026 – 17.45 | 604 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit dan puskesmas akibat gangguan saluran pernapasan dalam beberapa hari terakhir mulai menurun. Meski demikian, masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan, terutama anak-anak usia sekolah.
Fawait mengatakan perkembangan tersebut terlihat pada layanan kesehatan milik pemerintah di Kabupaten Jember. Karena itu, ia meminta masyarakat tetap waspada meski kondisi saat ini dinilai tidak perlu menimbulkan kepanikan.
“Alhamdulillah perkembangan hari-hari terakhir sudah ada penurunan jumlah pasien yang masuk ke rumah sakit, terutama rumah sakit pemerintah maupun ke puskesmas, tapi tetap jaga kesehatan,” ujar Fawait seusai mengikuti rapat paripurna DPRD Jember, Senin (28/9/2026).
Menurut Fawait, perhatian perlu diberikan kepada anak-anak yang masih berusia sekolah. Ia mengimbau orang tua tidak memaksakan anak bersekolah ketika mengalami gejala flu.
“Terutama anak-anak kita yang masih usia sekolah. Kalau seandainya ada flu lebih baik pakai masker dan tidak usah masuk sekolah saja,” ujarnya.
Fawait mengatakan langkah tersebut penting untuk menjaga kondisi anak sekaligus mengurangi potensi penularan kepada siswa lainnya.
Meski kasus pasien disebut mulai menurun, Fawait meminta masyarakat tetap menerapkan langkah pencegahan. Ia juga menekankan agar kondisi tersebut tidak direspons dengan kepanikan.
“Tetapi enggak perlu panik karena kondisinya sudah menurun,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Dalam informasi yang disampaikan Pemkab Jember, kasus ISPA di wilayah tersebut disebut mengalami peningkatan dalam empat minggu terakhir. Masyarakat diminta memperhatikan sejumlah gejala seperti batuk, pilek dan demam.
Pemkab Jember juga menegaskan bahwa munculnya gejala ISPA tidak otomatis menunjukkan seseorang terinfeksi Influenza A. Kepastian diagnosis membutuhkan pemeriksaan laboratorium.
ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari hidung dan tenggorokan hingga paru-paru. Risiko gangguan saluran pernapasan dapat meningkat karena sejumlah faktor, seperti perubahan cuaca, ventilasi ruangan yang buruk, paparan asap rokok, polusi udara, kerumunan, mobilitas tinggi, serta kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Pemkab Jember mengimbau warga menggunakan masker ketika sedang sakit, mencuci tangan dengan sabun, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memastikan sirkulasi udara di rumah tetap baik.
Warga juga diminta menghindari asap rokok dan polusi, mengurangi kontak dekat dengan orang lain ketika sedang sakit, serta mencukupi kebutuhan cairan, gizi dan istirahat.
Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila gejala memburuk, terutama jika muncul sesak atau kesulitan bernapas.
Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan perhatian terhadap peningkatan pasien dengan keluhan saluran pernapasan di Jember. Pemerintah daerah menyatakan kondisi terkini menunjukkan adanya penurunan jumlah pasien, namun kewaspadaan tetap diperlukan.
“Waspada bukan berarti panik. Lindungi diri, lindungi keluarga,” demikian pesan Pemkab Jember. (dan/ian).

















