Bangil (Kabarpas.com) – Rencana kegiatan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) yang akan melakukan aksi pengumpulan massa dengan dalih salat subuh berjamaah di Surabaya pada 28 Januari 2017 mendatang, mendapat respon keras dari Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Anshor Bangil.
Organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatul Ulama itu menyebut, aksi tersebut adalah aksi yang memanipulasi kegiatan keagamaan untuk memecah belah keutuhan bangsa. Hal ini dikarenakan aksi yang dilangsungkan tersebut membawa isu atas nama persatuan Islam namun tanpa memikirkan persatuan bangsa.
“Mereka tak henti-hentinya melakukan kegiatan manipulatif atas nama umat Islam, mendompleng acara ibadah yang sakral untuk menarik masyarakat muslim, padahal itu dilakukan tanpa memikirkan dampak bagi keutuhan sebuah bangsa,” ujar H. Saad Muafi, Ketua PC GP Ansor Bangil kepada Kabarpas.com, Rabu (25/01/2017).
Gus Afi sapaan akrabnya meminta semua pihak, khususnya PW GP Ansor Jawa Timur mengambil langkah tegas membubarkan acara yang berpotensi menciderai kondusifitas wilayah tersebut. “Kami minta PW GP Ansor Jawa Timur, tidak ragu untuk menggalang aliansi menolak Kegiatan GNPF Di Jawa Timur tersebut,” pungkasnya. (mim/gus).

















