Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Breaking News · 5 Agu 2019

Pemadaman PLN, Komisi VII DPR RI Kritik Kinerja Menteri BUMN


Pemadaman PLN, Komisi VII DPR RI Kritik Kinerja Menteri BUMN Perbesar

Reporter : Albar

Editor : Memey Mega

Malang, Kabarpas.com – Pemadaman massal yang terjadi kemarin, Minggu (4/8) menjadi sorotan bagi Komisi VII DPR RI. Wakil Ketua Komisi VII, Ridwan Hijsam mengatakan jika Menteri BUMN bertanggung jawab atas jajaran direksi PLN yang kini menjabat.

“Saya melihat ini bukan tanggung jawab direksi PLN, tapi tanggung jawab Menteri BUMN. Menteri BUMN harus bertanggung jawab terhadap kejadian PLN,” kata Ridwan kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Menurut politisi Partai Golkar ini, Menteri BUMN yakni Rini Soemarno terkesan membiarkan manajemen PLN morat-marit setelah Dirut PLN Sofyan Basir terjerat kasus hukum di KPK, “Sampai saat ini posisi tersebut masih kosong, nah ini sudah menunjukan dia membiarkan direksi PLN yang sudah kehilangan nakhkoda tidak melakukan perombakan signifikan. Dirut PLN harusnya diganti. Ini kan sekarang Plt Dirut, kewenangannya terbatas. Ini tanggung jawab Menteri BUMN, jadi bukan direksi PLN yang disalahkan ya. Menteri BUMN yang harus disalahkan karena tidak mengantisipasi,” tegasnya.

Pasalnya, sampai saat ini jajaran direksi PLN terlihat kehilangan arah setiap rapat dengan Komisi VII karena tidak berani mengeksekusi program yang telah direncanakan.

“Ini saya melihat sejak 12 bulan terakhir, sejak dirut PLN Sofyan Basir jadi saksi di KPK, direksi PLN sudah tidak fokus kerjanya. Ini terlihat kalau rapat dengan Komisi VII DPR. Saling lempar-melempar, tidak ada yang berani ambil keputusan. Inilah akibatnya jaringan seharusnya sudah dikerjakan, ditenderkan tapi nggak ada berani yang mengerjakan,” lanjut Ridwan.

Karena itu, Ridwan menegaskan agar jajaran direksi PLN dirombak. Dia meminta Rini menempatkan orang-orang yang kompeten.

“Jajaran direksi PLN saya lihat nggak ada yang punya background menguasai jaringan transmisi, kan ada 12 orang ya tapi tidak ada. Rata-rata background-nya untuk distribusi, jadi untuk cari duit,” sebutnya.

Lebih lanjut, di berharap Menteri BUMN sekarang mampu melakukan perombakan secara total dan mengangkat orang yang sesuai, “The right man in the right place. Harus segera,” tegas Ridwan. (Bar/Mey)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

Pansus III DPRD Trenggalek Kebut Pembahasan Payung Hukum Pengungkit PAD

18 Juni 2026 - 09:51

Ratusan Petani Silo Hadapi Ancaman Kehilangan Lahan, Polemik Pembangunan Batalyon TP Menguat 

14 Juni 2026 - 09:56

Kriminalisasi Pengalihan Objek Fidusia: Menjaga Kepercayaan dalam Sistem Pembiayaan

8 Juni 2026 - 22:56

Ratusan Bikers Honda Ramaikan Vario Street Nation di Surabaya

6 Juni 2026 - 21:13

HLUN 2026 di Jember, Lansia Disebut Sumber Kebijaksanaan dan Pilar Pembangunan Bangsa

6 Juni 2026 - 15:03

Acer Luncurkan Laptop AI untuk Dunia Kerja, Janjikan Produktivitas Tinggi hingga 30 Jam Tanpa Cas

3 Juni 2026 - 20:20

Trending di Peristiwa