Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 21 Jan 2025

Pemasangan Pipa Gas di Kawasan PIER Ditolak Warga


Pemasangan Pipa Gas di Kawasan PIER Ditolak Warga Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Sejumlah warga di Desa Curahduku, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan melakukan penolakan adanya kegiatan pemasangan pipa gas di kawasan PIER (Pasuruan Industrial Estate Rembang). Pasalnya, warga mengklaim bahwa lahan yang akan digunakan untuk pemasangan pipa gas milik PT. Indonesia Evergreen Pasuruan itu adalah milik mereka.

“Tanah ini adalah warisan dari nenek moyang, dan dari dulu sampai sekarang  tidak pernah dijual,” kata Sapi’i, salah satu warga setempat.

Ia juga menegaskan bahwa selama ini tidak ada transaksi jual beli yang mengakibatkan peralihan hak atas lahan tersebut. Menurutnya, area tersebut masih merupakan haknya dan sejumlah saudaranya.

Namun Sapi’i sangat terkejut, lantaran pada 17 Januari lalu, ia mendapatkan somasi dari PIER untuk mengosongkan lahan tersebut.

“Bahkan, dalam jangka waktu sehari, saya mendapatkan dua surat peringatan yang ditandatangani oleh Yogi Widi Kurniawan, Kepala Divisi Manajemen Kawasan PIER,” tandasnya.

Selain itu, ia juga menceritakan bahwa sebagian dari lahan di kawasan itu memang pernah dijual saat pembebasan lahan PIER sekitar 1990 silam. Namun, dari 2,4 hektar lahan, hanya 2 ribu meter yang dijual. Seharusnya, Sapi’i dan tiga saudaranya masih memiliki hak atas 22 ribu meter lahan di kawasan itu.

“Ini aneh kok tiba-tiba ada surat (somasi) dan tanah saya mau ditanam pipa gas,” ucapnya.

Sapi’i mengaku selama ini dirinya tak tinggal diam, ia sudah pernah meminta keterangan riwayat tanah ke Pemerintah Desa Curahduku. Hasilnya, Kepala Desa Curahduku Imron mengeluarkan salinan kutipan Buku Letter C Nomor 889 Persil 89 masih tercatat atas nama Armaniyah yang merupakan saudara tertua dalam keluarga Sapi’i.

“Mudah-mudahan Pak Presiden Prabowo tahu kalau disini, orang kecil seperti kami dipermainkan oleh mafia tanah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Manajemen Kawasan PIER Yogi Widi Kurniawan saat dikonfirmasi wartawan memilih tak berkomentar banyak.

“Mohon maaf dan izin bisa langsung komunikasi dengan Humas SIER saja ya,” katanya singkat. (sam/ian).

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Sidang Sengketa Waris Lumajang, Staf Notaris Akui Tak Hadir Saat Pembuatan Akta

13 Oktober 2026 - 15:59

Fraksi PDI Perjuangan Tekankan Penertiban TambangJangan Cuma Tutup Lokasi

13 Oktober 2026 - 10:57

Pemkot Pasuruan Raih Juara 1 Kota Ramah Lansia Tingkat Jawa Timur 2026

13 Oktober 2026 - 10:47

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Bereaksi, Kasus ISPA Melonjak 36,2 Persen

13 Oktober 2026 - 10:37

Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, Ketua DPRD : Pertumbuhan Harus Barengi Pemerataan Hingga Pelosok

13 Oktober 2026 - 10:31

Di Balik Hari Jadi Provinsi Jatim ke-81, PKB Soroti Gini Ratio Naik dan Ekspor Anjlok 5,33%

13 Oktober 2026 - 09:39

Trending di KABAR NUSANTARA