Grati (Kabarpas.com) – Proses pembangunan tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) tampaknya akan mulai dikerjakan awal tahun depan. Itu menyusul setelah proses pembebasan lahan dan pembayaran ganti rugi yang sudah mencapai 70 persen. Sementara, untuk sisanya akan dilakukan pembayaran sebelum akhir tahun ini.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tol Pasuruan – Probolinggo Kementrian PU – PERA Agus Minarno mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya negoisasi dengan warga yang menolak lahannya dibebaskan untuk pembangunan tol Paspro ini.
“Saya besok ke Probolinggo untuk sosialisasi ini. Semoga Desember semua warga mau melepaskan tanahnya untuk pembangunan tol ini,” kata Agus kepada Kabarpas.com, saat ditemui usai membayar ganti rugi pembebasan lahan tol di Balai Desa Ranuklindungan , Kecamatan Grati, Pasuruan, Selasa (29/11/2016).
Dia mengatakan, sekitar 30 persen itu warga menolak dengan harga ganti rugi yang diberikannya. Akhirnya, mereka pun bersikukuh dan akan berjuang sampai Mahkaham Agung (MA).
“Kami fasilitisi kok apa kemauan mereka. Jika mereka ingin menempuh jalur hukum, kami juga siap. Tapi, kami tetap berupaya agar ini bisa selesai tanpa jalur hukum. Sehingga proyek pembangunan tol ini bisa cepat terlaksana,” terangnya.
Agus mengaku, pihaknya sudah memberikan harga yang lumayan tinggi dan disesuaikan dengan harga tanah di lapangan. Yakni, untuk per meternya, pihaknya memberikan harga paling rendah mulai dari Rp 260.000 dan paling mahal dengan harga Rp 580.000. “Yang jelas, kami memberikan harga maksimal itu,” imbuhnya.
Untuk sekedar diketahui, tol Paspro ini rencananya akan dibangun dengan panjang 31,30 Kilometer (Km). Pembangunanya ada tiga sesi, yakni sesi satu, dua dan tiga. Untuk sesi satu, nantinya akan melewati Grati – Nguling sepanjang 8 km. Sesi dua, perbatasan Nguling, Pasuruan – Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 Km, dan sesi tiga yaitu Sumberasih – Leces sepanjang 17,30 km. Tol ini diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 271 hektar dan atau sekitar 3000 bidang. Nantinya, akan ada tiga simpang susun yakni Tongas, simpang susun Probolinggo Barat, Simpang Susun Leces. (ajo/sym).

















