Pasuruan (Kabarpas.com) – Pembebasan lahan untuk tol Pasuruan – Probolinggo (Pas-Pro) terus dikebut. Hal itu dilakukan lantaran pengerjaan untuk proyek tol Pas-Pro itu, ditargetkan akan dimulai pada tahun 2017 ini. Dan hingga kini masih tersisa 5 persen lahan yang belum dibebaskan.
“Terakhir kami sudah melakukan pembebasan lahan di Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Dengan demikian, pembebasan lahan tersebut tinggal 5 persen lagi,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tol Pas-Pro, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Agus Minarno kepada Kabarpas.com, Rabu (11/01/2017).
Dijelaskan, masih tersisanya pembebasan lahan itu, tidak terlalu mengkhawatirkan. Pasalnya, lahan sekitar 5 persen itu berupa Tanah Kas Desa (TKD). “Tanah milik warga, termasuk wakaf dan waris berhasil dibebaskan semua. Untuk TKD kami sudah ajukan ke bupati,” imbuhnya.
Agus juga menambahkan, untuk pembebasan TKD itu sejatinya segera rampung. Sebab hanya tinggal mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan dan Probolinggo. Karena rekomendasi itulah yang akan dilampirkan dan dibawa pihaknya ke Pemprov Jawa Timur.
“Kemungkinan bulan ini rekomendasinya sudah rampung. Setelah itu kami minta bantuan Gubernur Jatim untuk membebaskan lahan TKD ini. Saya yakin, semuanya akan terlaksana dan berjalan lancar. Semua pembayaran pembebasan lahan di Probolinggo sudah bisa diselesaikan semua, pada Jumat depan,” ucapnya.
Seperti dikabarkan sebelumnya, pembangunan tol Pas-Pro rencananya akan dikerjakan sepanjang 31,30 Kilometer (Km). Untuk pembangunanya yaitu ada tiga sesi, yakni sesi satu, dua dan tiga. Sesi satu melewati Grati – Nguling sepanjang 8 km. Sedangkan sesi dua, perbatasan Nguling, Pasuruan – Sumberasih, Probolinggo sepanjang 6 Km. Sesi tiga melewati Sumberasih – Leces sepanjang 17,30 km. Tol ini membutuhkan lahan sekitar 271 hektar atau sekitar 3000 bidang tanah. (ajo/sym).

















