Reporter: Agus Uwais Qorni
Editor: Meymey
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Dalam upaya mengembalikan fungsi sungai sebagai stok penghasil ikan. Pemerintah Daerah Banyuwangi menebar sebanyak 500 ribu benih ikan dan udang yang disebarkan ke sungai-sungai di 14 Kecamatan Kabupaten Ujung Timur Pulau Jawa.
Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (Disperipangan) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo yang mengatakan kegiatan penebaran benih ikan di sungai ini merupakan aktifitas restocking jumlah ikan di sungai dengan tujuan utama untuk meningkatkan keanekaragaman jenis ikan di sungai sekaligus upaya pengendalian lingkungan.
“Penebaran benih ini dilakukan sebagai upaya mempertahankan stok ikan di sungai selain itu juga untuk mempertahankan kelestarian sungai, karena diharapkan dengan banyaknya ikan disungai masyarakat akan ikut menjaga kebersihan sungai-sungai,” kata Hary saat ditemui wartawan Kabarpas.com, Senin (29/05/2017).
Jenis benih ikan yang ditebar sendiri merupakan ikan bernilai ekonomis yang bisa dibudidayakan seperti tombro, nila, lele dan patin. Tebar benih ikan bernilai ekonomis tersebut juga menjadi cara untuk peningkatan stok ikan yang dapat ditangkap oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
“Ikan-ikan ini nantinya kalau sudah besar bisa ditangkap dan dikonsumsi oleh masyarakat sekitarnya,” lanjut Hary.
Kegiatan penyebaran ikan tersebut melibatkan Muspika dan masyarakat setempat. Dengan harapan bisa mengedukasi masyarakat untuk turut menjaga kebersihan sungai. Kegiatan ini juga sebagai tindak lanjut dari Festival Kali Bersih yang telah dilakukan di Banyuwangi. Dan upaya menjadikan sungai sebagai bagian penting dari wajah daerah.
“Apabila masyarakat tahu sungainya ditebar benih ikan, mereka juga akan terdorong untuk menjaga kebersihan sungai,” harapnya.
Hary menambahkan, perairan umum seperti sungai, mempunyai posisi yang strategis dan berfungsi multiguna. Di Banyuwangi selain dimanfaatkan sektor perikanan, juga dimanfaatkan untuk pariwisata.
“Banyak sungai di Banyuwangi yang menjadi obyek wisata warna-warni. Plengsengan sungai dan tembok-tembok rumah yang menghadap ke sungai kini berwarna-warni, dan bisa menjadi obyek wisata baru yang layak dikunjungi wisatawan,” tutup Hary. (ais/mey).

















