Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 8 Okt 2025

Pemkab Jember Beri Honor Guru Ngaji Non-Muslim, Bukti Nyata Toleransi Tanpa Sekat Agama


Pemkab Jember Beri Honor Guru Ngaji Non-Muslim, Bukti Nyata Toleransi Tanpa Sekat Agama Perbesar

Rabu, 08 Oktober 2025 – 14.10 | 720 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga semangat toleransi dan kebinekaan melalui langkah nyata, yakni pemberian honorarium kepada para guru ngaji non-muslim. Program ini menjadi bentuk penghargaan bagi para pengajar keagamaan yang telah berperan aktif dalam membina moral dan spiritual masyarakat lintas agama.

Kegiatan penyerahan honorarium tersebut dilaksanakan serentak di seluruh kantor desa wilayah Kecamatan Sumberjamber pada Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dijadwalkan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Jember, yang menjangkau seluruh desa dan kelurahan secara bergilir di kabupaten tersebut.

Melalui program ini, Pemkab Jember ingin menegaskan bahwa guru keagamaan, baik Islam maupun non-Islam memegang peran strategis dalam pembentukan karakter bangsa. “Mereka adalah ujung tombak pendidikan moral dan keimanan di masyarakat. Karena itu, perhatian pemerintah harus merata tanpa membeda-bedakan latar belakang agama,” ujar Kabag Kesra, Nurul Hafid Yasin.

Salah satu penerima honorarium, Pendeta Tjong Ferry Paulus dari GPdI Elim Sumberjambe, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kepedulian Pemkab Jember terhadap para pengajar agama non-Muslim. “Pemberian honor ini merupakan bentuk apresiasi yang luar biasa bagi kami. Ini bukti bahwa pemerintah daerah benar-benar menjunjung tinggi nilai toleransi dan keadilan antarumat beragama,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ester Wahyuningsih, guru Sekolah Minggu di Gereja Philadelphia Ambulu, juga menyampaikan hal serupa. Ia mengaku bantuan honorarium tersebut sangat membantu kegiatan operasional para pengajar agama Kristen. “Sebagai pelayan gereja, kami bekerja lebih banyak karena panggilan iman. Dengan adanya honor ini, kami merasa diperhatikan dan termotivasi untuk terus mendidik anak-anak dalam nilai kasih dan moral yang baik,” tuturnya.

Program honorarium bagi guru ngaji non-Muslim ini tidak hanya berdampak pada kesejahteraan para pengajar, tetapi juga memperkuat hubungan antarumat beragama di Jember. Melalui dukungan yang adil bagi seluruh pendidik agama, pemerintah berharap tercipta iklim sosial yang harmonis dan saling menghargai perbedaan.

Langkah ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kabupaten Jember dalam membangun masyarakat yang beriman, berakhlak, dan hidup rukun di tengah keberagaman. Toleransi di bumi Pandalungan bukan sekadar slogan, tapi tindakan nyata. Dengan program ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa Jember adalah rumah bagi semua. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya

Masjid Al Shalihin dan RSU Hermina Pasuruan Gelar Pemeriksaan Mata Gratis

23 September 2026 - 15:12

RoadSync Fest Hadir di Ponorogo, Padukan Teknologi Modern dan Budaya Lokal

23 September 2026 - 12:49

Udara Kabur di Malang, MPM Honda Jatim Bagikan Tips Berkendara Tetap #Cari_Aman

23 September 2026 - 11:56

One School One Event di TBM Jadi Ruang Ekspresi dan Pelestarian Budaya Generasi Muda

23 September 2026 - 11:10

Warga Kraton Keluhkan Sungai Bau Diduga Tercemar Limbah Perusahaan

23 September 2026 - 07:28

Pedagang Pasar Tanjung Jember Berdamai di Pendopo, Skema Usulan Gus Fawait Disetujui

22 September 2026 - 16:52

Trending di Peristiwa