Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 13 Jun 2017

Pemkab Probolinggo Galakkan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting


Pemkab Probolinggo Galakkan Program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting Perbesar

Reporter : Dimaz Zihad

Editor: Agus Hartanto

___________________________________

Probolinggo (Kabarpas.com) – Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo sedang mengalakkan program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab). Program Upsus Siwab ini meliputi kegiatan penanganan gangguan reproduksi, Inseminasi Buatan (IB), PKB Hasil IB, bantuan pakan dan penyuluhan betina produktif.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo, Endang Sri Wahyuni melalui Kasubbag TU UPTD Inseminasi Buatan (IB) Aulia Khusumastutik mengatakan, program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi sapi potong, khususnya di Kabupaten Probolinggo.

“Kami memberikan pelayanan IB gratis hingga 31 Desember 2017,” katanya kepada Kabarpas.com, Selasa (13/06/2017).

Dijelaskan, dengan asumsi betina produktif mencapai 102.588 ekor jelas Aulia, tahun ini target perolehan IB mencapai 71.000 ekor dan kebuntingan 59.640 ekor.

“Hingga akhir April 2017 lalu, perolehan IB baru mencapai 29,7% atau 21.090 ekor dan kebuntingan sebesar 12,86% atau 7.672 ekor,” jelasnya kepada Kabarpas.com.

Menurut Aulia, ke depan nantinya IB akan ada program sinkronisasi birahi dengan gangguan reproduksi. Harapannya gangguan reproduksi ini bisa ditangani sehingga bisa mengalami kebuntingan. Demi mendukung program tersebut, saat ini sudah ada 53 orang petugas inseminator.

“Selama ini petugas inseminator rutin melakukan pertemuan. Untuk memberikan pelayanan IB, petugas datang dari rumah ke rumah masyarakat. Intinya, untuk program IB ini kami memberikan bibit yang bagus. Sebab kalau bibitnya jelek, khawatir nanti hasilnya jelek,” terangnya.

Jika setelah mendapatkan pelayanan IB belum bunting terang Aulia, maka 21 hari setelah birahi harus disuntik IB lagi. Setelah IB kedua belum bunting lagi maka harus dilakukan penanganan ke gangguan reproduksi terlebih dahulu.

“Kalau sudah sembuh dan birahi lagi, maka harus IB lagi. Namun jika tidak bunting lagi alias majer maka disarankan untuk diafkir (potong) karena sudah tidak produktif lagi,” tandasnya.

Aulia menerangkan bahwa program IB ini bertujuan untuk meningkatkan genetika ternak sapi, menambah populasi sapi, harga jual ternak IB lebih tinggi dari kawin alam serta meningkatkan kesejahteraan peternak.

“Dengan program ini diharapkan populasi sapi potong meningkat dan pendapatannya bertambah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan peternak,” harapnya. (zid/gus).

Artikel ini telah dibaca 52 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA