Reporter : Dimaz Zidan
Editor: Titin Sukmawati
___________________________________
Probolinggo (Kabarpas.com) – Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi, secara resmi menutup pelatihan pembuatan alat penangkapan ikan (jaring) trammel net bagi nelayan di Balai Desa Pesisir, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Pelatihan ini digelar oleh Diskan Kabupaten Probolinggo bekerjasama dengan UPT Pelatihan Teknis Pengelolaan Sumber Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang masyarakat nelayan kecil yang berdomisili di Kecamatan Gending, Pajarakan, Kraksaan dan Paiton. Selama pelatihan mereka mendapatkan materi tentang cara pembuatan jaring trammel net yang ramah lingkungan.
Dalam sambutannya Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan pelatihan ini diberikan dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat nelayan dalam hal pembuatan jaring trammel net yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan.
“Jika hasil tangkapannya banyak, tentunya tingkat pendapatan nelayan juga akan bertambah. Sehingga taraf kesejahteraan nelayan juga akan meningkat dari sebelumnya,” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo.
Menurut Dedy, kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk bersama-sama mengajak para masyarakat nelayan dalam menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan.
“Kalau alat tangkapnya ramah lingkungan, maka kelestarian sumber daya laut akan terjaga. Dengan demikian ekosistem laut akan berkembang dengan baik. Sehingga bisa menjadi rumah ikan untuk berkembang biak. Jika populasi ikannya ikan, maka nelayan tidak perlu jauh-jauh dalam menangkap ikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis mengungkapkan pelatihan ini diberikan agar masyarakat nelayan bisa membuat sendiri jaring trammel net yang ramah lingkungan.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan hasil tangkapan dan pemberdayaan masyarakat nelayan,” ungkapnya.
Menurut Wahid, jaring trammel net sendiri terdiri dari 3 lapis jaring. Dimana jaring paling luar lubangnya agak besar dan yang paling dalam kecil. Hal ini dimaksudkan agar jika ada ikan bisa tersangkut di jaring tersebut.
“Bahannya ada yang terbuat dari polyamide dan Poly Ethylene (PE). Harapannya bisa meningkatkan hasil tangkapan yang mayoritas udang yang banyak dilakukan di wilayah pesisir timur Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (zid/tin).

















