Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 9 Mar 2017

Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Stunting Bagi Anak Sekolah


Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Stunting Bagi Anak Sekolah Perbesar

Reporter: Khamim

Editor: Titin Sukmawati

____________________________________________________________

Kraksaan (Kabarpas.com) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan sosialisasi stunting bagi anak sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh 86 orang peserta dari Dinas Pendidikan (Dispendik), Cabang Dispendik, TP PKK Kecamatan dan Kabupaten, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, nutrisionis puskesmas dan lintas program.

Dalam kegiatan ini para peserta mendapatkan materi tentang analisa situasi Kabupaten Probolinggo, stunting dan rencana tindak lanjut dari Dinkes Kabupaten Probolinggo dan Dinkes Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan bahwa arah pembangunan gizi sesuai dengan Undang-undang Nomor 38 tahun2009 tentang kesehatan bab 8 pasal 141 menyatakan bahwa upaya perbaikan gizi masyarakat ditujukan untuk peningkatan mutu gizi perseorangan dan masyarakat.

“Hal itu dilakukan melalui perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan gizi seimbang, perbaikan perilaku sadar gizi, aktifitas fisik dan kesehatan, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi yang sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknilogi dan peningkatan sistem kewaspadaan pangan dan gizi,” katanya.

Menurut Shodiq, upaya peningkatan gizi masyarakat yang khususnya pada anak usia sekolah dilakukan untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat sedang dilaksanakan dengan dukungan lintas program dan lintas sektor termasuk institusi pendidikan gizi sebagai “Center of Excellence”.

“Semua ini dilakukan untuk mencapai target RPJMN bidang kesehatan 2015-2019. Yakni, menurunkan prevalensi balita gizi kurang. Kondisi di Kabupaten Probolinggo, gizi kurang masih 8% dan anak dengan stunting 15 ,40%,” tegasnya.

Sementara itu, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinkes Kabupaten Probolinggo Sutilah mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menurunkan jumlah anak dengan stunting di Kabupaten Probolinggo. “Serta meningkatkan pengetahuan tentang pencapaian, pencegahan dan penanganan stunting pada anak sekolah,” katanya.

Hanya saja jelas Sutilah, dalam operasional di lapangan masih sering ditemui berbagai kendala yang terkait dengan informasi pangan dan gizi masyarakat, baik teknis maupun manajemen program termasuk pembiayaan serta partisipasi masyarakat. Sehingga asupam gizi pada ibu hamil dan anak masih kurang,” pungkasnya. (har/tin).

Artikel ini telah dibaca 66 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA