Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 18 Agu 2017

Pemkab Probolinggo Teken MoU Penggunaan Program Kesetaraan Paket A Model Pasma SSK


Pemkab Probolinggo Teken MoU Penggunaan Program Kesetaraan Paket A Model Pasma SSK Perbesar

Reporter : Dimaz Zidan

Editor : Agus Hartanto

___________________________________

Probolinggo (Kabarpas.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) bersama Balai Pengembangan (BP) PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Timur melakukan penandatanganan (teken) Memorandum of Understanding (MoU) penggunaan program kesetaraan Paket A Model Pasma (Pasma Melek Aksara) SSK (Sistem Setoran Kompetensi) pembukaan program dan bimbingan teknis (bimtek) tutor Kabupaten Probolinggo di SKB Kraksaan.

Penandatanganan yang dihadiri oleh 185 orang (IPI, Penilik Diktara, PKBM, koordinator kecamatan dan tutor) ini dilakukan oleh Sekretaris Dispendik Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono dan Kasi Informasi BP PAUD dan Dikmas Provinsi Jawa Timur Eko Yunianto.

Dalam sambutannya Sekretaris Dispendik Sentot Dwi Hendriyono menyampaikan bahwa sebagimana yang tertuang pada penyempurnaan indikator kinerja tujuan dan sasaran rencana strategis Dispendik Kabupaten Probolinggo tahun 2013-2018 menyebutkan bahwa sasaran/kinerja utama pada Bidang Pembinaan PAUD dan PNF adalah meningkatnya kualitas, aksesibilitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini dan pendidikan masyarakat.

“Garis besar target capaian tahun 2017 meliputi APK PAUD 37,29%, SPM PAUD 66,98 %, angka melek huruf 95,94%, dan persentase penduduk usia diatas 25 tahun yang belum lulus Paket A, Paket B dan Paket C. Pekerjaan besar dan sekaligus penuh tantangan yang harus kita lakukan bersama-sama,” katanya.

Menurut Sentot, ada 2 komponen pokok pekerjaan besar dalam sasaran/kinerja utama Dispendik Bidang Pembinaan PAUD dan PNF. Yakni, meningkatkan kualitas dan aksebilitas layanan.

“Ada hal yang baru-baru ini sangat membuat hati ini berdebar-debar yaitu dengan dikeluarkannya data TNP2K bahwa Anak Tidak Sekolah (ATS) usia 21 tahun ke bawah di wilayah Kabupaten Probolinggo, pemilik KIP (Kartu Indonesia Pintar) mencapai angka 24.697 anak,” jelasnya.

Namun Sentot bersyukur dengan melakukan pendataan yang sangat “bersemangat” teman-teman SKB, PKBM dan LKP selama 2 sampai 3 bulan telah menghasilkan penelusuran data ATS sebanyak 10.277.

“Berdasar verifikasi dan validasi yang memungkinkan masuk ke Program PNF sebesar 8.813. Terbagi atas Paket A sebanyak 3.066 anak, Paket B sebanyak 4.135 anak, Paket C sebanyak 1.312 anak dan ikut program kursus sebanyak 300 anak. Tapi penelusuran masih belum selesai karena masih ada data anak dari TNP2K yang masih belum dikunjungi,” terangnya.

Lebih lanjut Sentot menegaskan pengembangan program pendidikan kesetaraan dapat dilakukan melalui pengembangan orientasi pendidikan kesetaraan ke arah pendidikan yang lebih berfungsi dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

“Mari kita jadikan momentum bersama-sama bahwa pendidikan kesetaraan paket A, B dan C bukan semata-mata untuk mencari ijazah semata tapi bagaimana program berbicara untuk pemberdayaan masyarakat ke arah yang lebih baik dan sejahtera,” pungkasnya.

Sementara Kasi Informasi BP PAUD dan Dikmas Jawa Timur Eko Yunianto mengatakan bahwa program kesetaraan Paket A Model Pasma SSK ini merupakan program baru di Indonesia. Kabupaten Probolinggo merupakan daerah pertama yang menerapkan program ini di Jawa Timur.

“Program ini sangat bagus karena menggunakan pendekatan sehingga orang tua tidak perlu dikejar-kejar oleh waktu. Jika mereka sudah siap akan setor sendiri. Oleh karena itu, tugas tutor kapanpun harus kita layani,” katanya.

Untuk daerah lain jelas Budi untuk sementara masih ditahan dulu. Baru akan dilayani lagi setelah Kabupaten Probolinggo menyelesaikan sampai kelas 6. Keuntungan lainnya terkait selama ini kita melakukan pemberantsan buta huruf tidak kurang-kurang mulai dari biaya dan waktu tapi BPS (Badan Pusat Statistik) tidak mengakui.

“Ini kita selesaikan dengan model pasma ini. Daftar nama yang mengurus Paket A hendaknya dibuat edaran dan ditempel di tempat strategis. Sehingga begitu ada sensus bisa dengan mudah dilakukan,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Dispendik Kabupaten Probolinggo Solikin mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan kepastian penggunaan Program Kesetaraan Paket A Model Pasma SSK yang telah dikembangkan oleh BP PAUD dan Dikmas Jawa Timur di Kabupaten Probolinggo serta memberikan kepastian kepada PKBM selaku pengelola dan koordinator kecamatan bahwa pelaksanaan program kesetaraan paket A Model Pasma SSK kelas V tahun pelajaran 2017/2018 akan dimulai.

“Selain itu, memberikan penyegaran kembali kepada para tutor terkait dengan metode pelaksanaan Pasma SSK, yang nantinya diharapkan dishare melalui forum-forum diskusi di SKB/PKBM-nya masing-masing kepada tutor yang masih belum mendapat kesempatan bimtek,” katanya.

Menurut Solikin, tahun 2016 di Kabupaten Probolinggo melalui dana APBD menyelenggarakan Program Kesetaraan Paket A kelas 4 sebanyak 135 kelompok belajar yang membina 2.700 WB (Warga Belajar).

“Sebanyak 95 kelompok belajar yang membina 1.900 WB melalui koordinasi penyelenggaraan dengan 24 Cabang Dispendik dan telah menggunakan model PASMA SSK. Serta sebanyak 40 kelompok belajar yang membina 800 WB melalui koordinasi penyelenggaraan SKB/PKBM dan menggunaankan model konvensional,” jelasnya.

Pada tahun 2017 terang Solikin, dengan mempertimbangkan bahwa penyelenggara Program Kesetaraan harus diselenggarakan Satuan Pendidikan Non Formal (SKB/PKBM) maka penyelenggaraan Program Kesetaraan Paket A yang yang semula dibawah koordinasi Cabang Dispendik Kecamatan, maka diminta bantuannya SKB/PKBM untuk memfasilitasinya. Sehingga jumlah kelompok belajar Paket A yang ditangani oleh SKB/PKBM sejumlah 135 dengan jumlah warga belajar sebanyak 2.700 orang.

“Adapun mulai tahun pelajaran 2017/2018 ini, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan SKB/PKBM semua kelompok belajar disepakati menggunakan Model PASMA SSK kelas V, baik yang semula dibawah koordinasi Cabang Dispendik Kecamatan maupun yang diselenggarakan oleh SKB/PKBM sendiri,” tukasnya. (zid/gus).

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA