Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Advertorial · 22 Nov 2023

Pemkab Trenggalek Bentuk Pos Curhat di Setiap Desa untuk Perlindungan Perempuan dan Anak


					Pemkab Trenggalek Bentuk Pos Curhat di Setiap Desa untuk Perlindungan Perempuan dan Anak Perbesar

Trenggalek, kabarpas.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek terus berupaya memujudkan perlindungan perempuan dan anak. Salah satunya adalah membentuk Pos Curhat di setiap Desa.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menjelaskan, pihaknya memberikan pembekalan konselor Rumah Perempuan dan Perlindungan Anak (RPPA). Pembekalan tersebut di lakukan di Pendhapa Manggala Praja Nugraha.

Mas Ipin sapaan dia menuturkan, Pos Curhat itu fokus pada tiga hal, yaitu mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan manusia serta ketidakadilan akses baik dalam bidang ekonomi dan pendidikan.

Menurutnya, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang muncul dipermukaan belum tentu mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Mungkin karena takut bersuara.

“Itu pentingnya kita mempunyai jejaring untuk agar bisa mendengar dan menyaring semua keluhan sebanyak mungkin, “ucapnya.

Ditambahkannya, tidak ada kasus bukan berarti tidak ada kekerasan. Itu hal penting yang perlu di perhatikan, sehingga tingkat kewaspadaan perlu ditingkatkan.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menyampaikan, pentingnya sinergi peran dimulai dari lingkup keluarga, yakni pengasuhan anak tidak tertumpu pada seorang ibu.

“Pada tahun 2016, PKK Trenggalek punya program Satu Jam Bersama Ayah. Saat saya berkeliling ke sekolah-sekolah, peran ayah tidak hanya menemani fisiknya saja tapi harus lahir batin saat belajar dan bermain, “ujarnya.

Novita sapaan dia menyebut, Pos Curhat tidak hanya sekedar lapor saja, namun perlu adanya interaksi. Sehingga, para konselor juga dilatih untuk bisa memberikan pendampingan psykologis.

“Meskipun pencegahan sudah ada tapi perlu juga pendampingan. Jadi setiap ada masalah baik kasus anak, remaja sampai ibu-ibu ataupun bapak-bapak, biaanya merwka datang dengan masalah masing-maaing. Untuk itu, kami dari TP PKK kabupaten melatih konselor untuk menjadi pemdamping yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat, ” tutupnya (ADV/Sumber : Prokopim Kabupaten Trenggalek).

Artikel ini telah dibaca 27 kali

Baca Lainnya

Rapat Paripurna IV DPRD Kota Pasuruan, Raperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Disepakati

27 Oktober 2026 - 08:51

DPRD Kabupaten Pasuruan Dorong Terbentuknya Perda Pesantren hingga Siapkan Job Fair Khusus Santri

27 Oktober 2026 - 08:33

Jember Integrasikan 279 Layanan Publik, MenPAN-RB Sebut Sesuai Strategi Mal Pelayanan Publik

26 Oktober 2026 - 20:25

Akhir Pekan Makin Meriah, Honda Vario 160 Hadirkan Hiburan Musik dan Undian UKH di Jember

26 Oktober 2026 - 20:18

Polres Jombang Bongkar 41 Kasus Narkoba Selama Tiga Bulan dan 51 Orang Jadi Tersangka

26 Oktober 2026 - 20:10

Kebun Mumbul Tangani Dugaan Pendudukan Lahan 60 Hektare di Jember, Polisi Turut Dilibatkan

26 Oktober 2026 - 19:51

Trending di KABAR NUSANTARA