Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 13 Feb 2026

Pemkot Mojokerto Optimalkan Operasi Pasar Lewat Pracangan TPID dan KKMP


Pemkot Mojokerto Optimalkan Operasi Pasar Lewat Pracangan TPID dan KKMP Perbesar

Mojokerto, Kabarpas.com – Pemerintah Kota Mojokerto menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto pada Jumat (13/2/2026).

Rapat ini difokuskan pada optimalisasi operasi pasar melalui pracangan TPID dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) guna menjaga stabilitas harga menjelang Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kegiatan tersebut dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Mojokerto, Rachmi Widjajati, serta diikuti unsur lintas sektor, antara lain TNI, Polri, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur, Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, perwakilan pracangan TPID se-Kota Mojokerto, serta pengurus KKMP se-Kota Mojokerto.

Dalam rapat tersebut, Rachmi menekankan pentingnya langkah antisipatif untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan menjelang bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri ini, perlu dilakukan optimalisasi operasi pasar melalui pracangan TPID dan Koperasi Kelurahan Merah Putih,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) akan memberikan fasilitasi bantuan ongkos angkut dalam kegiatan operasi pasar tersebut. Fasilitasi ini diharapkan mampu menekan biaya distribusi sehingga harga jual ke masyarakat tetap terkendali.

Selain itu, Rachmi mendorong pracangan TPID dan KKMP untuk melengkapi legalitas perizinan, khususnya KBLI 47111, agar dapat menjadi mitra Bulog dalam program Rumah Pangan Kita (RPK) sehingga dapat memperoleh pasokan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Pracangan TPID dan KKMP juga diharapkan dapat menjual beras dan Minyakita sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran pracangan TPID serta KKMP, Rachmi berharap upaya pengendalian inflasi dapat berjalan efektif.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dalam rapat hari ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Mojokerto, khususnya dalam rangka pengendalian inflasi di bulan Ramadan dan HBKN Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkasnya. (Har/Ian).

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Setelah Lima Tahun Bergulir, Raperda PPLH Inisiatif DPRD Jember Akhirnya Disahkan Jadi Perda

28 Juni 2026 - 09:14

Lima Raperda Disahkan, Bupati Fawait Bidik Percepatan Pembangunan Jember hingga Penanganan Sampah Rp 2 Triliun

28 Juni 2026 - 09:08

Bangun Ekosistem Entrepreneurship, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Berkolaborasi dengan KADIN dan Universitas Ciputra Surabaya

27 Juni 2026 - 08:21

Belum Bisa Naik Motor? Belajar dari Awal dengan Benar, Jadi Jago Cari_Aman Biar Happy

27 Juni 2026 - 08:10

MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapan Karyawan Hadapi Situasi Darurat melalui Pelatihan di MPM Motor Cabang Ponorogo

27 Juni 2026 - 08:07

Trending di Kabar Otomotif