Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 30 Des 2019

PENDIS Kemenag RI Siapkan Instruktur Nasional Moderasi Beragama


PENDIS Kemenag RI Siapkan Instruktur Nasional Moderasi Beragama Perbesar

Reporter : Alip Nuryanto

Editor : Titin Sukmawati

 

 

Tangerang, Kabarpas.com – Dalam rangka mendiseminasikan moderasi beragama di lingkungan pendidikan tinggi Islam, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) menyelenggarakan Pendidikan Instruktur Nasional Moderasi Beragama, selanjutnya disingkat PIN-MB, yang dimulai sejak tanggal 27 s.d. 31 Desember 2019. Peserta kegiatan ini terdiri dari 60 Dosen PTKI dan 100 mahasiswa PTKI.

Kegiatan ini dibuka oleh Dr. Imam Safei, M.Pd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Dalam arahannya, Imam menyampaikan bahwa pendidikan ini dimaksudkan untuk menjalankan salah satu visi Kementerian Agama yakni mendiseminasikan spirit moderasi beragama melalui institusi pendidikan tinggi.

“Produk pendidikan tinggi akan mengisi di berbagai lini profesi; mulai dari perkantoran, pendidikan bahkan ranah agama,” ujar Imam.

Selain itu, menurut Ruchman Basori, Kasubdit pada PTKI “leading sector” PIN MB ini, menyatakan bahwa tujuan besar dari program ini adalah agar produk PIN MB mampu menjadi penyeimbang informasi di tengah masyarakat.

“Kementerian Agama sering menjadi objek kriitikan atas kebijakan moderasi ini. Kami memerlukan energi tambahan untuk menjelaskan ke tengah-tengah masyarakat,” kata Ruchman menegaskan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa salah satu grand desain program Ditjen Pendis terkait implementasi moderasi beragama adalah mempersiapkan instruktur moderasi beragama. Maka, bagi Aceng Abdul Aziz, Ketua Pokja Moderasi Beragama, penyelenggaraan PIN MB meski di ujung tajun 2019 ini adalah program yang diharapkan akan menjadi model penyiapan agen moderasi di setiap PTKI.

PIN MB menghadirkan instruktur kebangsaan pusat seperti Khamami Zada, Ahmad Rozaki, Rumadi, Marzuki, Aceng Abdul Aziz, Mahrus, A Suaedy dan lain sebagainya.

Materi-materi yang dibekalkan kepada peserta berkenaan dengan keislaman, keindonesiaan dan kebangsaan.

“Output kegiatan adalah peserta mampu bersikap dan memiliki cara berpikir kritis dan moderat,” kata Aceng selaku Ketua Pokja. (Lip/Tin).

Artikel ini telah dibaca 131 kali

Baca Lainnya

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Karnaval SCTV di Jember Dipadati Puluhan Ribu Warga, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dari Event Hiburan

18 Mei 2026 - 08:27

Ning Ita dan Wawalikota Resmi Membuka POPKOT 1 Tahun 2026, Menjaring Atlit Berbakat dan Berprestasi

17 Mei 2026 - 19:13

Walk For Peace 2026, Biksu Thudong dari Empat Negara Singgah di Kota Mojokerto

17 Mei 2026 - 12:35

Trending di KABAR NUSANTARA