Reporter : Kholid Andika
Editor : Memey Mega
__________________________________
Sidoarjo, (Kabarpas.com) – Sedikitnya 140 warga asing yang berada di pengungsian rumah susun Puspa Agro Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo sampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Indonesia Joko Widodo, karena telah berusaha untuk menengahi permasalahan di Myanmar dengan mengirimkan menteri luar negeri Indonesia. Meski tengah dilanda konflik, namun imigran ini ingin kembali ke kampung halamannya dan bisa hidup layak.
Dari 140 imigran tersebut, 13 diantaranya merupakan kaum Etnis Rohingya Myanmar. Warga Rohingnya ini, rata-rata sudah 5 tahun menjadi imigran di Indonesia dan hingga kini masih menunggu proses dari negara ketiga, yang bersedia untuk menampung mereka. Mereka adalah orang yang kabur dari negaranya, untuk mencari suaka akibat konflik dalam negeri dan sekarang menjadi imigran di bawah naungan UNHCR.
Mereka berharap, jika tidak ada negara ketiga yang mau menampung mereka untuk hidup layak. Para etnis Rohingya ini berkeinginan untuk kembali ke negara asal mereka, agar bisa mendapatkan status kewarganegaraan yang selama ini tidak pernah diakui oleh pemerintah Myanmar.
“Terima kasih kepada Pak Jokowi dan semua yang sudah perhatian kepada kami. Kita ingin kembali ke Myanmar dan ingin menjadi kewarganegaraan sana. Kalau diterima di Rohingya kami ingin kembali kesana. Kalau kewarganegaraan tidak ada, anak-anak kita tidak bisa sekolah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Oleh sebab itu kami ingin hidup normal,” kata salah satu pengungsi Rohingya, Muhammad Suaeb,” Kamis (7/9).
Kesedihan warga pengungsi Rohingya yang berada di Puspa Agro setelah tak memiliki status kewarganegaraan, kini bertambah dengan konflik dalam negeri yang terus memanas. Semenjak aksi kekerasan yang dilakukan oleh pemerintah dan militer Myanmar kepada etnis mereka, yang kini tengah terkatung-katung di sejumlah perbatasan negara tetangga. (lid/mey).

















